Logo Header Antaranews Jogja

Polisi musnahkan granat aktif yang ditemukan di galian pondasi Bantul

Selasa, 7 Juli 2026 21:24 WIB
Image Print
Seorang warga menunjukkan granat tangan jenis nanas yang ditemukan saat penggalian pondasi bangunan di kawasan objek wisata Karstubing, Dusun Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Senin (6/7/2026). Granat yang masih aktif tersebut kemudian dimusnahkan oleh Tim Gegana Satbrimob Polda DIY untuk menjamin keselamatan masyarakat. (ANTARA/HO-Humas Polres Bantul)

Yogyakarta (ANTARA) - Polres Bantul bersama Tim Gegana Satuan Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil memusnahkan (disposal) sebuah granat tangan jenis nanas yang masih aktif setelah ditemukan warga saat menggali pondasi bangunan di kawasan objek wisata Karstubing, Dusun Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, Senin (6/7).

Kepala Seksi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, di Bantul, Selasa, mengatakan granat tersebut ditemukan secara tidak sengaja oleh dua pekerja yang sedang menggali tanah untuk pembangunan pondasi kamar mandi di area wisata sekitar pukul 08.09 WIB.

"Granat tersebut ditemukan ketika dua orang pekerja menggali tanah untuk membuat pondasi kamar mandi," katanya.

Menurut Rita, granat ditemukan dalam kondisi terkubur pada kedalaman sekitar 10 sentimeter dan diduga merupakan peninggalan masa perang berdasarkan keterangan warga setempat.

"Berdasarkan keterangan warga sekitar, granat itu diduga merupakan peninggalan zaman perang yang selama ini tertimbun di lokasi tersebut," katanya.

Ia mengatakan pengelola objek wisata kemudian melaporkan penemuan benda mencurigakan tersebut kepada Polsek Sedayu yang selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Gegana Satbrimob Polda DIY untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.

"Setelah menemukan benda mencurigakan, para pekerja tidak berani memindahkannya, pengelola objek wisata segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Sedayu agar dilakukan penanganan sesuai prosedur," ujarnya.

Hasil identifikasi Tim Gegana menunjukkan granat tangan jenis nanas tersebut masih dalam kondisi aktif, sehingga harus segera dimusnahkan demi menghindari potensi bahaya bagi masyarakat.

"Harus segera dilakukan disposal demi menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi," kata Rita.

Sebelum proses disposal dilakukan, Tim Gegana bersama personel Polsek Sedayu mensterilkan kawasan sekitar untuk memastikan tidak terdapat potensi bahaya lain, kemudian melaksanakan peledakan pertama sekitar pukul 12.50 WIB.

"Pada peledakan pertama, yang hancur baru bagian cangkangnya sehingga Tim Gegana memutuskan melakukan disposal ulang agar seluruh bagian granat benar-benar dinyatakan aman," katanya.

Rita mengatakan peledakan kedua dilakukan sekitar pukul 13.05 WIB dan seluruh bagian granat berhasil dimusnahkan, sehingga tidak lagi membahayakan lingkungan sekitar.

"Setelah dilakukan peledakan kedua, granat berhasil dihancurkan dan dinyatakan sudah tidak membahayakan lagi," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh maupun memindahkan benda mencurigakan yang diduga merupakan bahan peledak apabila menemukannya di suatu lokasi, melainkan segera melaporkannya kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus.

"Segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus," katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026