Logo Header Antaranews Jogja

PLN pasang pompa listrik ETANIGI, Petani Klaten aman dari kemarau

Rabu, 8 Juli 2026 11:48 WIB
Image Print
Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UPT Salatiga menyapa para petani di Desa Sidowarno, Klaten. Interaksi langsung ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendampingi masyarakat dan menyebarluaskan semangat Electrifying Agriculture melalui program ETANIGI atau Energi Tani Bersinergi. ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga mempercepat instalasi pompa air bertenaga listrik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Energi Tani Bersinergi atau ETANIGI di Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Klaten, yang telah diluncurkan sejak Mei lalu.

Tim TJSL PLN UPT Salatiga turun langsung ke lapangan untuk memantau progres instalasi pompa air bertenaga listrik di wilayah tersebut pada Kamis (7/7) untuk memastikan seluruh infrastruktur Electrifying Agriculture dapat segera beroperasi optimal.

Langkah cepat tersebut diambil agar para petani yang akan segera menyelesaikan masa panen bisa langsung kembali menanam padi tanpa perlu khawatir kekurangan sumber air di tengah musim kemarau.

Kehadiran infrastruktur Electrifying Agriculture tersebut disambut antusias oleh kelompok tani setempat karena menjadi solusi efektif atas kendala cuaca yang selama ini menghambat siklus tanam.

"Alhamdulillah kita bersyukur sekali, kami di sini baru pertama kali mendapatkan bantuan seperti ini untuk masyarakat. Petani di sini memiliki kendala menanam padi di musim penghujan terhalang banjir, sedangkan di musim kemarau kekurangan air. Dengan bantuan PLN ini alhamdulillah dapat meningkatkan produktivitas petani," kata Penyuluh dan Pendamping Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Suroto.

Selain menjamin pasokan air yang stabil, penggunaan pompa listrik ini juga diklaim mampu menekan biaya operasional pertanian secara signifikan jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fosil.

Suroto selaku Penyuluh dan Pendamping Desa Sidowarno mengungkapkan rasa syukurnya karena bantuan ini sangat krusial dalam mengatasi masalah kekeringan yang kerap melanda wilayah tersebut.

Harapan senada juga disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Desa Sidowarno Suryanto yang ingin pompa tersebut segera beroperasi agar lahan mereka bisa langsung digarap kembali begitu panen usai.

"Padi di sawah saya ini kebetulan sebentar lagi sudah waktunya panen. Harapannya, kalau pompa air untuk pengairan ini sudah beroperasi, kami bisa langsung melakukan penanaman padi kembali. Jadi siklus tanam tetap terjaga meski masuk musim kemarau," tutur Suryanto.

Bantuan sumur dan pompa air berbasis listrik ini tidak hanya menjadi solusi pengairan, tetapi juga menekan biaya operasional yang sebelumnya membebani petani karena ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Manager PLN UPT Salatiga Ardylla Rommyonegge menegaskan peninjauan langsung ke lapangan tersebut merupakan wujud komitmen pendampingan berkelanjutan dari PLN untuk masyarakat.

"Pemantauan progres instalasi ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan keandalan operasional pompa air beserta infrastruktur pendukungnya agar benar-benar siap difungsikan," katanya.

Ia berharap begitu panen usai, lahan sawah bisa langsung digarap kembali untuk penanaman padi berikutnya, meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Melalui pemanfaatan energi bersih ini, program ETANIGI diharapkan mampu menjadi percontohan modernisasi pertanian yang mandiri, efisien, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkesinambungan



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026