Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo perkuat kolaborasi kembangkan bakat seni pelajar

Rabu, 8 Juli 2026 15:43 WIB
Image Print
Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kulon Progo 2026 di Taman Budaya Kulon Progo. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung pengembangan bakat seni pelajar guna mencetak generasi muda yang berkarakter serta berdaya saing.

Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Rabu, menegaskan bahwa pengembangan potensi pelajar tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan sinergi antara Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pariwisata.

"Pikiran simpel saya, jangan sampai anak yang mempunyai potensi, harapan, kepandaian, dan keterampilan ini tidak ada wadahnya. Kita tidak bisa berjalan sendiri," kata Ambar saat menghadiri Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kulon Progo 2026 di Taman Budaya Kulon Progo.

Ambar mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi ruang apresiasi bagi talenta muda, mulai dari tingkat kalurahan hingga kapanewon.

Hal ini dilakukan agar potensi seni dan budaya yang dimiliki generasi muda tetap terwadahi dan terus berkembang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian agenda PKD 2026 yang mengusung tema "Menyemai Benih Budaya, Menumbuhkan Talenta Muda".

Perhelatan yang berlangsung pada 7–11 Juli 2026 tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus unjuk potensi seni daerah.

"Kami berharap melalui ajang ini, masyarakat dapat lebih aktif mengapresiasi karya lokal sekaligus berkolaborasi dalam menjaga warisan budaya daerah sebagai aset pembangunan karakter generasi muda di masa depan," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Konsultan Psikologi dan Pendidikan Fitria Rahayuning Lestari menekankan pentingnya peran orang tua dalam memahami proses tumbuh kembang anak, terutama pada masa emas usia 0–5 tahun.

Menurutnya, bakat seni anak dapat diidentifikasi melalui konsistensi motivasi intrinsik atau keinginan yang muncul dari diri sendiri.

"Orang tua harus tenang dan pahami prosesnya. Bakat seni anak dapat diidentifikasi melalui konsistensi motivasi intrinsik, bukan karena paksaan eksternal," kata Fitria.

Ia menambahkan orang tua diharapkan mampu menjadi rumah terbaik bagi anak untuk berkembang sesuai karakter uniknya, dengan lebih mengutamakan kondisi emosional dibandingkan sekadar mengejar nilai akademis.

Pekan Kebudayaan Daerah 2026 di Kulon Progo melibatkan partisipasi aktif pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, hingga SLB.

Rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut mencakup gelar wicara bertema pendidikan dan seni, penampilan karawitan pelajar, pertunjukan pantomim, hingga pentas kesenian tradisional seperti kethoprak dan jathilan.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026