Logo Header Antaranews Jogja

Alwi Farhan terpacu naik level di tengah transisi tunggal putra

Rabu, 8 Juli 2026 20:48 WIB
Image Print
Arsip foto - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mengembalikan kok ke arah lawan tandingnya Lakshya Sen dari India pada babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/wsj/am.

Jakarta (ANTARA) - Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan menjadikan masa transisi di sektor tunggal putra Pelatnas PBSI sebagai pemacu untuk mengejar level pemain-pemain elite dunia.

"Saya tidak menjadikan itu sebagai masalah. Ada senior tentu lebih bagus, tetapi kalau memang keadaannya seperti ini, itu konsekuensi yang harus kami terima," kata Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu.

Sektor tunggal putra Pelatnas PBSI mengalami perubahan komposisi setelah Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo meninggalkan Cipayung untuk berkarier secara profesional. Situasi itu kemudian disusul mundurnya Yohanes Saut Marcellyno Siahaan dari pelatnas.

Kondisi tersebut membuat Anthony Sinisuka Ginting menjadi sosok paling senior di tunggal putra Pelatnas PBSI, sementara Alwi dan Moh. Zaki Ubaidillah mulai memikul peran lebih besar dalam proses regenerasi.

Alwi mengatakan situasi itu tidak perlu terus diratapi. Menurut dia, pemain muda harus mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan memaksimalkan kesempatan yang ada.

"Kami tidak bisa terus berkutat di situ. Keadaan seperti ini justru membuat saya bisa berada di posisi sekarang," ujar Alwi.

Alwi menilai kondisi tersebut turut membentuk mentalitasnya untuk terus mengejar level pemain-pemain terbaik dunia. Ia merasa pemain muda harus beradaptasi lebih cepat ketika ruang untuk berkembang semakin terbuka.

"Mau tidak mau saya harus mengejar mati-matian agar bisa satu level dengan pemain-pemain di atas," kata Alwi.

Alwi juga menyambut positif kehadiran Ubed di Japan Open 2026. Ia menyebut masuknya Ubed ke turnamen level elite dapat membantu kebutuhan latihan sekaligus menambah kekuatan tunggal putra Indonesia.

"Kehadiran Ubed sangat membantu, terutama karena saya jadi punya teman sparring di turnamen," ujar Alwi.

Alwi mengatakan dirinya dan para pemain tunggal putra Indonesia menyadari adanya tanggung jawab untuk memperbaiki prestasi. Menurut dia, tekanan tersebut harus dijawab dengan kerja keras di lapangan.

"Kami sebagai atlet menyadari tanggung jawab itu. Mau tidak mau kami harus berjuang habis-habisan untuk mengembalikan prestasi bulu tangkis Indonesia," kata Alwi.

Alwi dan Ubed akan tampil pada Super 750 Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli. Selain keduanya, Indonesia juga menurunkan Jonatan Christie yang kini berkarier sebagai pemain profesional.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Alwi Farhan terpacu naik level di tengah transisi tunggal putra



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026