Logo Header Antaranews Jogja

Menpora akan jembatani Pemda dengan KPK terkait renovasi Mandalakrida

Rabu, 8 Juli 2026 23:12 WIB
Image Print
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat menyaksikan pertandingan semifinal Liga 4 Nasional 2026 antara Pasuruan United melawan Persinga Ngawi di Stadion Mandalakrida, Yogyakarta, Rabu (8/7). ANTARA/Agung Dwi Prakoso

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir akan menjembatani Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses renovasi Stadion Mandalakrida, Yogyakarta agar pembangunan dapat segera dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Tadi sudah disampaikan, tentu kami dari pemerintah pusat nanti coba menjembatani antara Pemda dan KPK," kata Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI ini, di Yogyakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat menyaksikan pertandingan semifinal Liga 4 Nasional 2026 antara Pasuruan United melawan Persinga Ngawi di Stadion Mandalakrida, Yogyakarta.

Menanggapi belum memadahinya fasilitas stadion, terutama lampu penerangan, Erick mengaku menyayangkan kondisi tersebut dan telah membahasnya dengan Pemerintah Daerah DIY.

"Sayang ya (fasilitas lampu belum memadahi), karena ini stadionnya bagus, tadi saya sudah bicara dengan Pemda," ujarnya.

Menurut Erick, renovasi Stadion Mandalakrida sempat terhambat setelah muncul persoalan hukum beberapa tahun lalu. Namun, saat ini Pemerintah Daerah DIY tengah mengupayakan kelanjutan renovasi dengan melengkapi berbagai dokumen yang dipersyaratkan.

"Tapi tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah, nanti ada beberapa isu dengan KPK untuk kita (cari) seperti apa solusinya," katanya.

Ia menyebut siap memfasilitasi komunikasi antara Pemerintah Daerah DIY dan KPK apabila diperlukan sehingga proses renovasi dapat segera berjalan, namun tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Sehingga infrastruktur yang sudah dibangun oleh Pemda bisa diperbaiki sedikit lagi, kalau ada investasi baru seperti lampu dan lain-lain paling tidak dasar hukumnya ada," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mengapresiasi jalannya pertandingan semifinal Liga 4 Nasional 2026 antara Pasuruan United dan Persinga Ngawi yang berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti.

"Ini sudah sampai babak semifinal dan menuju final, ini bagian dari bagaimana kita membangun persepakbolaan amatir di Indonesia," katanya.

Menurut Erick, PSSI akan terus memperkuat ekosistem kompetisi Liga 4 sebagai bagian dari pembinaan sepak bola nasional agar mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas.

"Ke depannya kita akan fokus di kompetisi di kota, lalu di provinsi supaya ramai dan persaingannya maksimal serta pemain bisa dipantau liga lain maupun timnas yang kelompok umurnya sesuai," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026