
DIY kenalkan potensi budaya pariwisata kepada delegasi ASEAN dan China

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta memanfaatkan momentum The 17th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (17th ACWG-RASA) untuk mengenalkan potensi budaya dan pariwisata kepada para delegasi negara negara kawasan regional tersebut.
"Forum ini sebagai momentum memperkuat konektivitas udara regional sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah kepada para delegasi ASEAN dan China," kata Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti pada pembukaan forum itu di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, pertemuan ini memiliki arti penting karena membahas konektivitas udara yang semakin strategis bagi kawasan tersebut, khususnya bagi DIY.
"Karena selain kami mempunyai bandara internasional yang membutuhkan masukan-masukan terkait bagaimana kemajuan ke depan dari bandara itu, ini juga sekaligus momentum memperkenalkan budaya Yogyakarta," katanya.
Menurut dia, layanan penerbangan regional tidak hanya mendukung konektivitas antardaerah, tetapi menjadi jembatan bagi kerja sama ekonomi, pariwisata, pendidikan, kebudayaan, dan persahabatan antarmasyarakat di kawasan ASEAN dan China.
"Bagi kami, penerbangan tidak hanya menghubungkan satu bandara dengan bandara lain. Ia mempertemukan manusia, membuka ruang dialog, dan memperpendek jarak antara gagasan, kesempatan, dan masa depan bersama," katanya.
Sebagai kota budaya, pendidikan, dan salah satu destinasi wisata utama Indonesia, kata Ni Made, Yogyakarta dinilai memiliki daya tarik yang patut dikenalkan kepada masyarakat internasional.
"Di dunia internasional mungkin yang lebih terkenal adalah Bali, tetapi Yogyakarta ini mempunyai berbagai ragam budaya yang bisa diminati oleh semua kalangan, termasuk juga para delegasi," katanya.
Untuk itu, Ni Made mengajak para delegasi memanfaatkan kesempatan selama berada di Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan keramahan masyarakat setempat.
"Kami harap para peserta tidak hanya membawa pulang hasil pertemuan yang produktif, tetapi juga kesan positif terhadap Yogyakarta sebagai kota budaya, pendidikan, dan destinasi wisata," katanya.
Forum kerja sama berkelanjutan di bidang transportasi udara yang berlangsung selama tiga hari pada 7-9 Juli 2026 tersebut mempertemukan delegasi negara-negara ASEAN dan China, maskapai, operator bandara, produsen pesawat dan pemangku kepentingan terkait.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
