Logo Header Antaranews Jogja

BPBD Bantul salurkan air bersih bagi 1.387 warga terdampak kekeringan

Kamis, 9 Juli 2026 15:43 WIB
Image Print
Petugas BPBD Bantul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di salah satu wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada periode musim kemarau 2026. ANTARA/HO-BPBD Bantul

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah menyalurkan sebanyak 110.000 liter air bersih kepada 1.387 warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah selama periode 20 Juni hingga 6 Juli 2026 sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol, di Bantul, Kamis, mengatakan hingga 9 Juli 2026 distribusi air bersih telah dilakukan di lima kalurahan yang tersebar di tiga kapanewon di Kabupaten Bantul.

"Selama periode 20 Juni sampai 6 Juli 2026 kami sudah mendistribusikan 110.000 liter air bersih atau sebanyak 22 tangki kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Antoni.

Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Bantul telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan sejak 20 Juni 2026 sebagai dasar pelaksanaan penanganan dampak musim kemarau, terutama berkurangnya debit air sumur di sejumlah wilayah.

Menurut Antoni, lima kalurahan yang telah menerima bantuan air bersih meliputi Kalurahan Jatimulyo, Temuwuh, dan Terong di Kapanewon Dlingo, Kalurahan Seloharjo di Kapanewon Pundong, serta Kalurahan Guwosari di Kapanewon Pajangan.

"Kalurahan yang didropping air bersih ada di Kalurahan Jatimulyo, Temuwuh, dan Terong di Kapanewon Dlingo, Kalurahan Seloharjo di Kapanewon Pundong, serta Kalurahan Guwosari di Kapanewon Pajangan," ujarnya.

Ia merinci sebanyak 15.000 liter atau setara tiga tangki air telah disalurkan ke Kalurahan Seloharjo, sedangkan Kalurahan Guwosari menerima 10.000 liter atau dua tangki.

Sementara itu, Kapanewon Dlingo menjadi wilayah dengan kebutuhan air bersih tertinggi, dengan total distribusi mencapai 85.000 liter atau setara 17 tangki yang disalurkan BPBD bersama sejumlah mitra.

"Menjangkau 1.090 jiwa di Dlingo, kalau total keseluruhan 1.387 jiwa penerima bantuan air bersih," kata Antoni.

Ia mengatakan Kalurahan Jatimulyo menjadi wilayah yang menerima bantuan paling banyak, yakni sekitar 70.000 liter air bersih, karena mengalami penurunan debit air sumur yang lebih signifikan dibandingkan wilayah lain.

"Bantuan tersebut merupakan tindakan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum, memasak, mandi, dan keperluan rumah tangga," ujarnya.

Antoni menambahkan penyaluran air bersih dilakukan secara kolaboratif bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul dan sejumlah donatur, dengan rincian lima tangki berasal dari BPBD, 14 tangki dari PMI Bantul, serta tiga tangki dari para donatur.

"Distribusi dilakukan secara kolaboratif agar kebutuhan masyarakat bisa segera terpenuhi," katanya pula.

BPBD Bantul juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan memanfaatkan sumber air secara bijaksana selama musim kemarau, serta segera melaporkan kepada pemerintah kalurahan atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

"Jika ada wilayah lain yang mulai mengalami kekurangan air bersih, kami akan melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air bersih," ujar Antoni lagi.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026