Logo Header Antaranews Jogja

Dua pelajar DIY terpilih sebagai Paskibraka nasional 2026

Kamis, 9 Juli 2026 19:17 WIB
Image Print
Dua pelajar wakili DIY sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 (Foto Antara/Hery Sidik)

Yogyakarta (ANTARA) - Dua pelajar setingkat sekolah menengah atas yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI tingkat Nasional 2026.

Kedua putra-putri terbaik daerah tersebut adalah Anggita Ayu (16), siswi SMA Negeri 1 Bantul dan Ahmad Raditya (16), siswa SMK Penerbangan Yogyakarta, mereka secara resmi berpamitan kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kepatihan, Yogyakarta, Kamis.

"Kami tekankan agar kedua perwakilan senantiasa memelihara tali silaturahmi, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta menjaga harmoni dengan seluruh peserta dari provinsi lainnya di Indonesia," kata Wagub DIY.

Pesan tersebut dinilai menjadi fondasi moral yang krusial di tengah dinamika kompetisi dan latihan berat yang akan dijalani anggota Paskibraka mulai 14 Juli hingga 22 Agustus 2026 di Jakarta.

Wagub DIY juga memberikan pesan mendalam agar senantiasa menjaga nama baik daerah selama menjalani Pemusatan Latihan Nasional di Jakarta bersama dengan anggota paskibraka lainnya.

Anggita Ayu mengatakan tekadnya untuk menjadikan nilai-nilai luhur kebudayaan Jawa sebagai pedoman perilaku sehari-hari selama masa karantina, sebab identitas Yogyakarta bukan sekadar asal daerah, melainkan tanggung jawab moral dalam tindakan nyata.

"Ada empat hal utama yang harus kami junjung tinggi sebagai perwakilan dari DIY. Poin-poin tersebut adalah empan papan, unggah-ungguh, subasita, dan juga tepa selira. Semua nilai ini akan menjadi prinsip dasar kami di sana," katanya.

Falsafah tersebut mencakup kemampuan menempatkan diri dengan tepat di lingkungan baru (empan papan), menjaga tata krama bertutur kata (unggah-ungguh), menampilkan etika kesopanan yang baik (subasita).

Serta senantiasa mengedepankan sikap tenggang rasa (tepa selira) terhadap perbedaan latar belakang suku maupun agama dari rekan-rekan se-Tanah Air.

Sementara itu, Ahmad Raditya mengatakan, dari total tiga pasang atau enam orang kandidat terbaik yang dikirim DIY ke seleksi akhir, hanya satu pasang terbaik yang berhak mewakili provinsi ini menuju Jakarta.

"Kami bersyukur atas kepercayaan ini. Persiapan materi dan mental sudah kami siapkan secara mandiri, didukung dengan pembekalan intensif untuk memantapkan seluruh aspek sebelum berangkat," katanya.

Ahmad yang bercita-cita mengejar karier di bidang strategis negara ini melihat program Paskibraka nasional bukan sekadar tugas negara.

"Melainkan sebagai sebuah batu loncatan yang sangat berharga untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan mempermudah jalan kami dalam meraih cita-cita pengabdian ke depan," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026