
Baznas Gunungkidul mengoptimalkan dana ZIS tingkatkan kesejahteraan warga

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gunungkidul mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penyediaan hunian layak.
Ketua Baznas Gunungkidul Mustangid, di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis, mengatakan penghimpunan dana ZIS tersebut berdampak langsung terhadap perluasan manfaat yang diterima masyarakat kurang mampu di Kabupaten Gunungkidul melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial.
"Seperti pemberian santunan kepada 1.042 anak yatim piatu dari tingkat TK hingga SMP, serta bantuan biaya kuliah bagi mahasiswa kurang mampu melalui Universitas Gunungkidul," ujarnya.
Penyaluran dana ZIS di daerah dilaksanakan melalui sejumlah program unggulan, yakni Gunungkidul Taqwa, Gunungkidul Cerdas, Gunungkidul Peduli, dan Gunungkidul Sehat yang menyasar masyarakat kurang mampu.
"Program Gunungkidul Peduli itu salah satunya bedah rumah, dana ZIS digunakan untuk membeli material bangunan, kemudian kami bangunkan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Selain program sosial, Baznas Gunungkidul juga menyalurkan bantuan produktif bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan taraf perekonomian keluarga melalui pemberian modal usaha maupun bantuan sarana produksi.
"Bantuannya bisa berupa gerobak angkringan, wajan, mesin jahit, dan peralatan usaha lainnya," ujarnya.
Di bidang pembangunan hunian dan sanitasi, Baznas Gunungkidul juga telah membangun 41 unit Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), yang terdiri atas 13 unit bagi keluarga dengan risiko stunting dan 28 unit untuk penanganan persoalan sosial lainnya, serta membangun 29 unit jamban sehat.
Selain itu, Baznas juga mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui Program Bumi Masjid dengan meluncurkan Microfinance Masjid senilai Rp150 juta yang menyasar empat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masjid.
Ia menjelaskan program tersebut bertujuan menyediakan pinjaman modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan bagi pelaku usaha mikro, sekaligus menjadi alternatif pembiayaan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman online ilegal.
Selain bantuan permodalan, Baznas Gunungkidul juga menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian berupa alat tanam padi kepada 11 kelompok tani, membangun sumur bor untuk lahan pertanian, serta mendistribusikan 20 tangki air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
"Bantuan yang diberikan juga berupa alat tanam padi bagi 11 kelompok tani, pembangunan sumur bor ladang, serta distribusi 20 tangki air bersih untuk titik-titik kekeringan," ujar Mustangid.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
