Logo Header Antaranews Jogja

Komdigi: Judi online manfaatkan pencarian kepuasan sesaat pengguna

Kamis, 9 Juli 2026 21:08 WIB
Image Print
Tenaga Ahli Wakil Menteri Komdigi Donny Budi Utoyo (dua kiri) saat memberikan materi pada seminar ANTARIKSA 2026 di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Kamis (9/7/2026). ANTARA/Wening Caya Ing Tyas

Yogyakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Donny Budi Utoyo mengatakan praktik judi online memanfaatkan kecenderungan masyarakat mencari kepuasan sesaat melalui ruang digital sehingga berpotensi menjerumuskan pengguna ke dalam perilaku adiktif.

"Kalau kita stres, kita klik, buka konten, buka sebuah aplikasi tertentu. Algoritma sengaja dibuat agar kawan-kawan, atau siapa pun, merasa harus datang lagi dan datang lagi," katanya saat menjadi pembicara dalam seminar acara Antariksa 2026 di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Kamis.

Menurut Donny setiap interaksi yang diterima pengguna, seperti tanda suka, komentar, hingga unggahan yang dibagikan ulang, memberikan rasa senang sesaat yang mendorong mereka terus mengakses platform digital.

"Kalau posting ada yang komentar, ada yang kasih jempol, kita senang. Itu reward kecil. Yang ujung-ujungnya kita mau cari upaya lagi supaya besok dapat like lagi, dapat komen lagi," ujarnya.

Donny mengatakan mekanisme tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku judi online. Calon pemain terlebih dahulu diberi umpan berupa bonus pendaftaran atau kemenangan kecil agar muncul keyakinan bahwa mereka dapat memperoleh keuntungan dengan mudah.

"Daftar aja, dapat Rp50.000 atau Rp100.000 gratis. Itu umpan dia memang, sudah dikasih gratis, kemudian menang lagi. Di situlah kita mulai mencari reward secara digital dan akhirnya terjerumus," katanya.

Ia menjelaskan setelah memperoleh kemenangan awal, pemain umumnya terdorong untuk terus melakukan deposit. Saat mulai mengalami kekalahan, mereka justru berusaha mengejar modal yang hilang hingga akhirnya semakin terikat dengan praktik judi online.

"Kalau sudah balik modal, pasti ada keinginan nambah lagi. 'Saya bisa menang, jadi untung.' Terus terjerat, padahal sudah habis duitnya," katanya.

Ia mengimbau masyarakat mengenali penyebab munculnya dorongan menggunakan layanan digital secara berlebihan, seperti rasa bosan atau stres, serta mengimbanginya dengan aktivitas positif di dunia nyata.

Bagi mereka yang telah mengalami kecanduan, Donny menyarankan untuk menghentikan akses ke akun judi online, mencari dukungan dari orang terdekat, dan mengikuti layanan konseling.

"Kalau sudah terlanjur masuk, berhenti deposit, putus akun informasinya supaya tidak masuk lagi ke kita. Cerita ke orang-orang yang dipercaya, kemudian cari bantuan," katanya.

Seminar tersebut merupakan puncak rangkaian Gerakan Sosial Antariksa 2026 yang bertajuk "Strategi Anti Adiksi dan Literasi Digital untuk Memutus Rantai Judi Online". Selain seminar, panitia juga memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba desain grafis dan video kreatif yang mengangkat kampanye pencegahan judi online.

Ketua Pelaksana Antariksa 2026 Anwar Annas Rifai mengatakan kegiatan tersebut merupakan kelanjutan gerakan yang telah dimulai pada 2025 sebagai ruang kolaborasi mahasiswa dalam mengampanyekan bahaya judi online.

"Antariksa ini bukan hanya sekadar acara tahunan, melainkan bagi kami adalah sebuah ajang kreasi, inovasi, kolaborasi maupun edukasi, khususnya bagi mahasiswa ilmu komunikasi," kata Anwar.

Ia menjelaskan sebelum seminar digelar, panitia telah melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan, di antaranya roadshow ke 16 sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjangkau sekitar 2.500 siswa, edukasi masyarakat di tiga desa, kampanye sosial di Titik Nol Kilometer Yogyakarta, serta penggalangan lebih dari 3.500 tanda tangan melalui petisi daring sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan judi online.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026