Logo Header Antaranews Jogja

Prabowo: Sejumlah PLTS kapasitas 100 GW akan dibangun dalam dua tahun

Kamis, 9 Juli 2026 21:55 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto (kedua kanan) didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri) dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani (kedua kiri) menyapa wartawan saat meninjau implementasi Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Program B50 yang mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam BBM jenis solar itu untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan energi di Indonesia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang kapasitasnya totalnya mencapai 100 gigawatt (GW) dalam waktu dua tahun.

Dalam acara peluncuran mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis, Presiden menjelaskan PLTS itu menjadi salah satu cara Indonesia membangun kemandirian energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

"Kita dibicarakan di dunia, satu, kita dibicarakan kenapa? Kita leading (memimpin) dalam mengurangi emisi karbon. Kita leading. Mereka tahu kita punya program B50, tadi emisi kita hemat 44 juta karbon dioksida ekuivalen. 44 juta, kita kurangi. Baru (dengan program) B50. Bagaimana kalau kita juga sudah diketahui, oleh pemimpin dunia kita diketahui, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya," kata Presiden di hadapan jajaran pejabat negara dan sejumlah perwakilan dari dunia usaha.

Presiden melanjutkan PLN pada 2026 ini telah memulai pembangunan PLTS itu dengan kapasitas 17 gigawatt.

"100 gigawatt dalam 2 tahun. Bisa? Pak Rosan, bisa? Kok kurang keras. Bisa? Menteri Ekon (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) bisa? Menteri ESDM bisa? Aku tidak tanya laksanakan, bisa enggak?" tanya Prabowo kepada beberapa jajaran menterinya yang turut hadir dalam acara peluncuran B50.

Menteri-menteri yang dipanggil itu, mulai dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kompak menyatakan kesanggupan mereka memenuhi target pembangunan PLTS-PLTS berkapasitas total 100 gigawatt dalam waktu 2 tahun.

Bagi Presiden, pembangunan PLTS-PLTS itu, termasuk penggunaan B50, merupakan hal yang penting dalam membangun kemandirian energi nasional, mengingat energi vital bagi kelangsungan hidup bangsa.

"Kita sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kita diberi karunia yang luar biasa. Kita memiliki cadangan geotermal (panas bumi) yang sangat besar. Kita memiliki cadangan batubara, masih salah satu terbesar di dunia. Kita memiliki cadangan gas yang sangat besar. Baru saja kita menemukan ladang gas sangat besar di Andaman. Kita masih punya ladang yang sangat besar di Masela, Maluku Barat Daya, di Natuna, di Kalimantan," ujar Prabowo.

Tidak hanya itu, Presiden juga membagikan laporan dari jajarannya mengenai cadangan CNG yang cukup banyak dan tersebar di banyak daerah Indonesia. CNG atau gas alam terkompresi merupakan bahan bakar gas yang dapat menjadi alternatif LPG.

"Kita juga temukan baru saja ladang-ladang besar dan baru kita ketahui bahwa kita punya CNG, kalau LPG kita masih impor, CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak. Di Jawa Tengah penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan, dan CNG ada di seluruh Indonesia," kata Prabowo.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo: Sejumlah PLTS kapasitas 100 GW akan dibangun dalam 2 tahun



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026