
Sultan: Muhibah Budaya memperkuat ikatan sejarah Yogyakarta-Sragen

Yogyakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Muhibah Budaya menjadi sarana memperkuat kembali ikatan sejarah dan budaya antara Yogyakarta dengan Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang telah terjalin sejak masa perjuangan Pangeran Mangkubumi.
"Muhibah budaya ini dimaksudkan untuk merajut kembali tali yang telah lama terjalin, sekaligus menggali dan berbagi gagasan lewat sarasehan dan gelaran budaya agar apa yang kita rawat bersama ini bermanfaat bagi khazanah budaya Mataram secara keseluruhan," kata Sultan pada Malam Puncak Muhibah Budaya di Sragen, Jawa Tengah, Kamis malam.
Raja Keraton Yogyakarta ini mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai salah satu pusat budaya Mataram, namun nilai-nilai budaya tersebut tidak berhenti pada batas administratif wilayah.
Menurut Sultan etika, estetika, dan filosofi Mataram tetap hidup di berbagai daerah, termasuk di bumi Sukowati yang kini menjadi Kabupaten Sragen.
"Sukowati bukanlah sekadar persinggahan, melainkan salah satu pilar yang menopang lahirnya Ngayogyakarta Hadiningrat," ujarnya.
Ia menjelaskan pada 27 Mei 1746 Pangeran Mangkubumi membentuk pemerintahan Praja Sukowati sebagai bagian dari perjuangan mendirikan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Sragen.
Sultan berharap pemahaman terhadap jejak sejarah dan asal usul tersebut dapat membangkitkan kesadaran generasi penerus untuk terus menjaga serta mengembangkan warisan budaya Mataram di kedua daerah.
"Semoga dengan memahami jejak dan asal usul, kita bisa menggugah kesadaran generasi kemudian sebagai modal berharga bagi pengembangan budaya kedua daerah," katanya.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengatakan penyelenggaraan Muhibah Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen menjadi momentum untuk mempererat kembali hubungan historis antara Sragen dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah terjalin sejak masa perjuangan Pangeran Mangkubumi.
"Momentum Muhibah Budaya ini membangkitkan kembali dan mempererat tautan hati, sambung rasa antara Sragen dengan Yogyakarta, sekaligus nguri-uri kebudayaan Jawi yang adiluhung," kata Sigit.
Muhibah Budaya berlangsung pada 2–9 Juli 2026 melalui berbagai kegiatan, meliputi sarasehan sejarah bertajuk "Menelusuri Jejak Perjuangan Sunan Kebenaran di Wilayah Sukowati dan Sekitarnya", workshop tari tradisional Yogyakarta, macapat, pakaian Jawa gaya Yogyakarta, wahana literasi budaya Mataraman, pembahasan aksara Jawa, pameran sejarah Hari Penegakan Kedaulatan Negara, serta pameran permuseuman dan ditutup dengan Festival Mangkubumen.
Pewarta : Wening Caya Ing Tyas
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
