Logo Header Antaranews Jogja

Mendikdasmen: Budaya kerja kolegial fondasi UPT memperkuat pelayanan

Kamis, 9 Juli 2026 23:46 WIB
Image Print
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat pembinaan kepada pegawai UPT Kemendikdasmen se-DIY yang dirangkai pembukaan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Yogyakarta. Rabu (8/7/2026). Antara/HO-Biro Komunikasi dan Humas Kemendikdasmen

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan budaya kerja yang kolegial di lingkungan kementerian menjadi fondasi penting agar setiap unit pelaksana teknis (UPT) mampu memperkuat sinergi dan memberikan layanan semakin efektif kepada masyarakat.

Hal itu dikatakan saat memberikan pembinaan kepada pegawai UPT Kemendikdasmen se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dirangkai pembukaan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Yogyakarta.

"Kami ingin membangun sebuah budaya di kementerian dengan ramah dan santun itu, kerja dan kinerja yang kolegial. Sehingga balai-balai itu kami harapkan tidak bekerja sendiri, tapi juga bekerja bersinergi dan bekerja saling memperkuat satu dengan yang lain," kata Mendikdasmen dalam keterangannya, Kamis.

Menurut dia, seluruh insan pendidikan di lingkungan UPT perlu membangun ruang kolaborasi untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Budaya saling belajar akan memperkuat kualitas layanan pendidikan sekaligus membangun semangat bekerja sebagai satu tim.

"Jangan hanya para kepala balai-nya saja, tetapi para insan pendidikan di UPT harus saling bertemu satu sama lain. Buatlah forum-forum yang ada proses exchange, proses pertukaran pengalaman, sharing memperkaya satu sama lain dari segi pengalaman, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya," katanya.

Mendikdasmen juga mengatakan, Kemendikdasmen sedang menata sistem kerja UPT agar semakin terintegrasi, dengan harapan tidak ada lagi sekat antarsatuan kerja sehingga setiap kebijakan kementerian menjadi tanggung jawab bersama untuk disukseskan.

"Kami ingin untuk sekat-sekat itu bisa lebih kita bongkar dengan kinerja yang makin terintegrasi dengan memperkuat kolegialitas," katanya.

Selain memperkuat sinergi internal, Menteri juga mengajak seluruh pegawai UPT aktif menyampaikan berbagai kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat, sebab komunikasi publik tidak hanya menjadi tanggung jawab unit humas Kementerian, tetapi juga seluruh insan pendidikan.

"Kami minta semua itu menjadi humasnya kementerian. Ada kebijakan apa, tolong diisi juga informasi - informasi tentang kebijakan kementerian. Semuanya bisa menjadi marketers kementerian," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen juga memperkenalkan prinsip SIMI, yaitu Sosialisasi, Informasi, Mitigasi, dan Intervensi, sebagai pendekatan dalam memperkuat komunikasi publik kementerian.

Melalui pendekatan tersebut, lanjut Mendikdasmen setiap UPT diharapkan mampu menyosialisasikan kebijakan, menyampaikan capaian kementerian kepada masyarakat, memitigasi potensi isu, serta meluruskan informasi yang keliru.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026