Logo Header Antaranews Jogja

Israel klaim beri data intelijen soal dugaan rencana Iran bunuh Trump

Jumat, 10 Juli 2026 17:13 WIB
Image Print
Kerusakan akibat serangan udara Israel di kota Mayfadoun, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon selatan, pada 23 Juni 2026. Sejumlah bangunan dan kendaraan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel. ANTARA/Houssam Shbaro - Anadolu Agency / pri.

Istanbul (ANTARA) - Israel mengatakan telah membagikan data intelijen baru kepada Amerika Serikat yang diklaim mengungkap dugaan rencana Iran membunuh Presiden Donald Trump.

Menurut laporan The Wall Street Journal pada Kamis, yang mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, informasi intelijen tersebut berpotensi semakin meningkatkan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Menurut WSJ, Iran selama bertahun-tahun berjanji akan membalas pembunuhan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat pada 3 Januari 2020 atas perintah Trump.

Kedutaan Besar Israel di Washington dilaporkan menolak memberikan komentar.

Sementara itu, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Pihak Gedung Putih meminta The Journal merujuk pada keterangan yang disampaikan Trump dalam KTT NATO di Ankara, Turkiye, pada Rabu lalu mengenai adanya kemungkinan upaya pembunuhan terhadap dirinya oleh Iran.

"Mereka ingin membunuh pemimpin Amerika Serikat, yaitu saya. Nama saya ada dalam setiap daftar mereka. Saya melihatnya pagi ini, nama saya ada di semua daftar mereka. Sejauh ini saya mungkin masih beruntung, tetapi keberuntungan itu mungkin tidak akan bertahan lama," kata Trump.

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan berbicara melalui telepon pada Kamis. Keduanya sepakat untuk terus melakukan koordinasi.

Dalam dua hari terakhir, Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan setelah Iran menyerang tiga kapal niaga di Selat Hormuz.

Sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat yang berlangsung selama dua malam berturut-turut, Teheran pada Kamis melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Israel klaim beri data intelijen soal dugaan rencana Iran bunuh Trump



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026