Logo Header Antaranews Jogja

BPJS Kesehatan Sleman kenalkan Gerak Sehat Prolanis jaga kebugaran

Jumat, 10 Juli 2026 17:15 WIB
Image Print
Ratusan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang berasal dari 24 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Sleman mengikuti kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis, di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Jumat (10/7/2026). ANTARA/Nur Istibsaroh

Yogyakarta (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Sleman memperkenalkan metode Gerak Sehat Peserta Prolanis 335 (GSP 335) sebagai upaya preventif untuk menjaga kebugaran sekaligus mengendalikan penyakit kronis bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Metode GSP 335 tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Semarak Gerak Sehat Prolanis di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat, berupa aktivitas jalan kaki secara interval berupa tiga menit berjalan santai, dilanjutkan tiga menit berjalan cepat yang diulang sebanyak lima set atau selama 30 menit.

"Aktivitas fisik ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dengan penyakit kronis, khususnya diabetes melitus dan hipertensi, serta membantu mencegah terjadinya komplikasi maupun keparahan penyakit," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Irfan Qadarusman.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-58 BPJS Kesehatan tersebut diikuti oleh sekitar 352 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang berasal dari 24 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Sleman.

Baca juga: Klinik Korpagama UGM perkuat Prolanis melalui program Sekolah Lansia

Irfan menjelaskan agenda tersebut tidak hanya menjadi rangkaian perayaan hari jadi, melainkan juga momentum untuk memperkuat upaya promotif dan preventif serta mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan kelompok Prolanis di seluruh wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Sleman.

GSP 335 merupakan aktivitas fisik jalan kaki yang mudah dan sederhana dilaksanakan, serta bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup peserta dengan penyakit kronis yang diadopsi dari Jepang dan terbukti berdampak pada penurunan tekanan darah, mengendalikan kadar gula darah, meningkatkan kebugaran dan kualitas tidur, serta mengurangi risiko komplikasi.

Selain peluncuran GSP 335 dan pelaksanaan senam bersama, rangkaian acara juga diisi dengan edukasi kesehatan mengenai pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 yang disampaikan oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes R. Bowo Pramono.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPJS Kesehatan dalam mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup peserta JKN di wilayahnya.

Harda juga menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas sinergi yang terjalin dengan baik selama ini, salah satunya dibuktikan melalui pencapaian penghargaan Universal Health Coverage (UHC) karena cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sleman telah melampaui 98 persen.

Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk terus melakukan pendataan dan penyisiran terhadap warga yang belum terdaftar agar target cakupan kepesertaan JKN sebesar 100 persen dapat rampung terselesaikan pada tahun 2026.

"Tekad Pemerintah Kabupaten Sleman adalah berupaya semaksimal mungkin mencapai target kepesertaan JKN sebesar 100 persen. Saat ini masih terdapat sekitar dua persen warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Kami akan terus melakukan penyisiran dan pendataan agar mereka yang berhak dapat segera terdaftar," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir juga Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Sleman Tahun 2025 Tiara Lutfiana Nisa dari SMAN 1 Godean yang mengaku bangga menjadi bagian dalam memberikan edukasi terkait kesehatan terutama kepada teman sebayanya.

Baca juga: Perkuat layanan JKN, BPJS Kesehatan gandeng Pemda DIY



Pewarta :
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026