Logo Header Antaranews Jogja

Gunungkidul telah pecahkan sembilan rekor MURI sejak 2007

Jumat, 10 Juli 2026 18:23 WIB
Image Print
Senior Representative MURI Ari Andriani menghadiri penyerahan piagam rekor MURI dan rekor dunia untuk Senam Kreasi Penthul Tembem dengan peserta perempuan terbanyak di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (10/7/2026). (ANTARA/Agung Dwi Prakoso)

Yogyakarta (ANTARA) - Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat Kabupaten Gunungkidul , DIY telah menorehkan sembilan rekor sejak 2007 hingga 2026 melalui berbagai macam aspek mulai dari makanan khas, budaya dan kearifan lokal.

Senior Representative MURI Ari Andriani di Gunungkidul, Jumat, mengatakan rekor terbaru tersebut menambah deretan prestasi Kabupaten Gunungkidul yang selama hampir dua dekade konsisten menghadirkan berbagai karya berbasis budaya, tradisi, hingga potensi lokal.

"Gunungkidul telah memecahkan sembilan rekor dan yang pertama kali pada tahun 2007," kata Ari.

Ia menjelaskan rekor pertama yang dicatatkan Gunungkidul adalah penyajian 55 jenis makanan dan minuman berbahan dasar ketela pohon yang diprakarsai oleh komunitas masyarakat setempat.

"Kalau tidak salah ada 55 macam makanan dan memang ada satu komunitas yang memprakarsai itu," ujarnya.

Rekor berikutnya adalah pembuatan tampah terbesar berdiameter delapan meter yang dibuat menggunakan 227 batang bambu dan dikerjakan selama 20 hari pada 2007.

"Rekor kedua, pembuatan tampah terbesar di Gunungkidul," katanya.

Selain itu, Gunungkidul juga pernah mencatatkan rekor pembangunan bak penampungan air hujan terbanyak, yakni 1.062 unit yang dibangun secara gotong royong untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat di kawasan rawan kekeringan.

"Kemudian ada pembangunan penampungan air hujan terbanyak dengan cara gotong royong," ujarnya.

Ari mengatakan enam rekor lainnya meliputi penyajian makanan khas Gunungkidul bakmi Jawa terbanyak, pagelaran campursari terlama, membatik lintas generasi, peragaan busana di kawasan hutan, sajian nasi kenduri dalam sarang, serta rekor terbaru Senam Kreasi Penthul Tembem dengan peserta perempuan terbanyak.

"Yang terbaru ini, hari ini Gunungkidul mencetak rekor MURI bahkan dunia melalui Senam Kreasi Penthul Tembem dengan peserta perempuan terbanyak," katanya.

Ia mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah mengajukan konsultasi kepada MURI sejak awal Mei 2026 terkait rencana pencatatan Senam Kreasi Penthul Tembem sebagai rekor baru.

"Sudah sejak awal Mei kami menerima penyampaian bahwa kategori senam itu ada bermacam-macam, tetapi kategori ini memang belum ada," ujarnya.

Dalam proses tersebut, MURI menetapkan syarat minimal 1.000 peserta perempuan dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyatakan sanggup menghadirkan sedikitnya 1.500 peserta karena didukung jumlah anggota Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) yang cukup besar.

"Kami syaratkan minimal 1.000 peserta, tetapi mereka menyanggupi menghadirkan 1.500 peserta perempuan," katanya.

Ari menambahkan meskipun pencapaian rekor MURI Kabupaten Gunungkidul tidak berlangsung setiap tahun, daerah tersebut tetap menjadi salah satu kabupaten yang konsisten menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal untuk dicatatkan sebagai rekor nasional.

"Ada sembilan rekor, jeda waktunya memang cukup lama, tetapi tentu itu menjadi kebijakan masing-masing pemerintah daerah," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunungkidul telah pecahkan sembilan rekor MURI sejak 2007



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026