Logo Header Antaranews Jogja

GIK UGM memadukan pengalaman olahraga dengan seni melalui Run'n Shine

Jumat, 10 Juli 2026 21:30 WIB
Image Print
Konferensi pers menjelang Run'n Shine, fun run berkonsep Olah Raga dan Olah Rasa (Sporty & Artsy) yang menawarkan aktivitas pengalaman multisensori dengan memadukan aktivitas olahraga dengan unsur seni, musik dan kuliner lokal di GIK UGM Yogyakarta. Jumat (10/7/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Keluarga Alumni Hukum Gadjah Mada (Kahgama) menggelar Run'n Shine, event yang memadukan aktivitas olahraga lari dengan unsur seni, musik, dan kuliner lokal, di Yogyakarta pada 18–20 September 2026.

"Kegiatan ini bentuk kontribusi nyata kami, alumni Fakultas Hukum UGM, untuk Yogyakarta. Kami ingin ikut merawat kebersamaan dan rasa cinta pada kota ini lewat kegiatan yang sehat dan kreatif," kata Ketua Kahgama Paripurna P. Sugarda dalam konferensi pers di Yogyakarta, Jumat.

Fun run berkonsep olahraga dan olahrasa (Sporty & Artsy) yang menawarkan aktivitas pengalaman multisensori dengan memadukan aktivitas olahraga dengan unsur seni, musik, dan kuliner lokal ini kembali digelar setelah event serupa digelar pada 2025 diikuti 2.449 pelari.

Dia mengatakan, Run'n Shine 2026 menghadirkan kategori lari 5K dan 10K dengan mengusung pendekatan 5K, yaitu Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi.

"Setiap rute dirancang untuk menghadirkan pengalaman berlari yang merefleksikan lanskap khas Yogyakarta," katanya.

Race Director Run'n Shine Roostian mengatakan lintasan dirancang menghubungkan lima elemen pembentuk identitas kota, yaitu kawasan pendidikan, kawasan bersejarah, pusat ekonomi, kampung, dan ruang publik keseharian warga.

"Melalui rute ini, Run'n Shine menawarkan cara baru mengenal Yogyakarta," katanya.

Dalam menjaga tradisi kolaborasi kreatif, Run'n Shine 2026 juga menggandeng duo seniman tempa untuk menghadirkan karya eksklusif yang diwujudkan melalui desain jersey dan medali resmi, yaitu Shine Beats menggambarkan para pelari yang menyatu dengan lanskap dan landmark Yogyakarta. Arca dan guci ditampilkan dengan gaya kontemporer, tanda akar budaya kota masih hidup dan terus beradaptasi.

"Sportsy & Artsy menjadi salah satu gaya hidup yang tumbuh di Yogyakarta. Keseimbangan Olahraga dan Olah Rasa, ternyata dapat dirayakan secara bersama. Semangat ini kami rayakan kembali dalam Run'n Shine 2026," kata Head of Program Experience GIK UGM Gilang.

Direktur Sedekat Imaji Rupa Galih Satrio mengatakan, manusia yang utuh adalah mereka yang merawat raga dan rasanya secara berimbang.

"Festival ini merupakan perwujudan olahraga dan olahrasa. Di sini, seni ikut berlari, musik ikut bernapas, dan rasa ikut merayakan-semua bertemu dalam satu ruang perayaan utuh," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026