Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Kulon Progo perkuat iklim investasi melalui digitalisasi

Sabtu, 11 Juli 2026 07:48 WIB
Image Print
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo Sarji. (ANATARA/HO-Dokumen pribadi Sarji)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan melalui optimalisasi layanan perizinan terintegrasi serta penyediaan data potensi daerah yang komprehensif bagi investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo Sarji di Kulon Progo, Jumat, mengatakan pemkab telah menyusun kajian "Investment Project Ready to Offer" (IPRO) sebagai panduan bagi para investor strategis.

"Kami fokus mengenalkan potensi unggulan daerah, mulai dari sektor perumahan, agrowisata, hingga pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Sentolo. Selain itu, kami aktif melakukan pendataan ketersediaan lahan melalui kegiatan 'land pocket' untuk memberikan kepastian lokasi bagi investor," kata Sarji.

Ia menjelaskan untuk menarik minat pelaku usaha, pihaknya menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai asosiasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Upaya promosi juga digencarkan melalui penyebaran materi informasi di titik-titik strategis seperti hotel dan ruang tunggu bandara, serta pemanfaatan media sosial.

Guna mendukung percepatan investasi, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah menetapkan payung hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 21 Tahun 2012 yang telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Perlindungan, Pemberian Insentif, dan Kemudahan Penanaman Modal.

Dari sisi pelayanan, seluruh proses perizinan di Kulon Progo kini telah dilakukan secara daring dan terintegrasi melalui sistem "Online Single Submission Risk-Based Approach" (OSS-RBA).

"Sistem OSS-RBA saat ini sudah terhubung langsung dengan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR ), Amdalnet, dan SimBG. Integrasi ini merupakan komitmen kami dalam menyederhanakan birokrasi agar iklim investasi di Kulon Progo semakin efisien dan transparan," kata Sarji.

Melalui langkah-langkah strategis ini, Pemkab Kulon Progo optimistis dapat meningkatkan daya saing daerah di mata investor nasional maupun internasional, yang pada akhirnya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

"Kami berupaya mendongkrak investasi di Kulon Progo dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu," katanya.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026