Logo Header Antaranews Jogja

Wamenpar tekankan posisi strategis gastronomi bagi pariwisata

Sabtu, 11 Juli 2026 09:14 WIB
Image Print
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan Nusantara Food & Hotel Expo 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Kamis (9/7/2026). ANTARA/HO-Kementerian Pariwisata

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan pentingnya posisi gastronomi yang strategis bagi pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

“Saya mengajak para pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Kita tidak hanya berfokus pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Ni Luh mengatakan gastronomi tidak hanya diartikan sebagai bagian dari pengalaman wisatawan, tetapi juga merepresentasikan identitas budaya daerah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Maka dari itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam merumuskan dan menjalankan program yang mampu meningkatkan kualitas industri pariwisata nasional.

Peluang ini perlu mendapatkan sorotan dari berbagai pihak karena Indonesia kini tetap menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia maupun wisatawan dalam negeri meski adanya dinamika dan ketidakpastian geopolitik global.

Hal ini terbukti dengan adanya data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara selama Januari hingga Mei 2026 tumbuh dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026, Indonesia mencatatkan 6,07 juta kunjungan wisman. Angka tersebut tumbuh 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk perjalanan wisatawan dalam negeri sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 523,22 juta perjalanan, meningkat 2,86 persen dibandingkan periode Januari hingga Mei 2025 yang sebesar 508,67 juta perjalanan.

Dalam kesempatan itu, Ni Luh juga mengapresiasi penyelenggaraan pameran kuliner Nusantara dan perhotelan sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku industri kuliner, makanan dan minuman, serta hospitality untuk memperkuat rantai nilai pariwisata Indonesia.

"Sinergi yang terbangun melalui pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata dan industri hospitality Indonesia agar semakin inovatif dan inklusif dalam menghadapi dinamika pasar global,” kata dia.



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026