Logo Header Antaranews Jogja

Iran tunggu perubahan sikap AS untuk lanjutkan perundingan damai

Minggu, 12 Juli 2026 09:51 WIB
Image Print
Ribuan orang, sambil membawa bendera dan poster, berkumpul untuk mengikuti upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei—yang tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel—di Mashhad, Iran, pada 9 Juli 2026. ANTARA/Iranian Leader Press Office/Handout - Anadolu AGnecy / pri.

Teheran (ANTARA) - Iran belum berencana menggelar perundingan dengan Amerika Serikat hingga Washington mengubah pendekatannya, demikian dilaporkan kantor berita Fars, Sabtu, mengutip sumber yang dekat dengan tim perunding Iran.

"Iran tidak meminta dilakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat, dan tidak akan ada negosiasi sampai Amerika Serikat mengubah sikapnya," kata sumber tersebut.

Fars tidak menjelaskan secara rinci perubahan sikap apa yang diharapkan Teheran dari Washington.

Sementara itu, jurnalis Axios Barak Ravid, mengutip pejabat Amerika Serikat, melaporkan bahwa Washington menuntut Iran mengakui Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional dan berkomitmen menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial paling lambat Sabtu.

Baca juga: Korban tewas serangan terbaru AS di Iran bertambah jadi 17 orang

Baca juga: Menlu RI berikan penghormatan terakhir pada Ali Khamenei

Di tengah laporan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Oman untuk melakukan pembicaraan mengenai situasi di Selat Hormuz.

Adapun pada Selasa (7/9) malam hingga Rabu (8/7) dini hari, pasukan AS melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengeklaim langkah tersebut merupakan balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran melaporkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait. Teheran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan.

Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sudah tidak berlaku lagi.

Sementara itu, Reuters, Jumat (10/7), mengutip pejabat AS melaporkan kesepakatan mengenai program nuklir Iran akan mewajibkan Teheran menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya hingga tingkat tinggi. Jika tidak, Amerika Serikat disebut memiliki opsi militer untuk memastikan persediaan uranium tersebut tetap terkubur di bawah tanah.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran tunggu perubahan sikap AS untuk melanjutkan perundingan damai



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026