Logo Header Antaranews Jogja

DIY memperkuat kolaborasi seni budaya melalui Melbourne Symphony Orcestra

Minggu, 12 Juli 2026 20:42 WIB
Image Print
Jumpa Pers kegiatan Melbourne Symphony Orcestra di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu (12/7/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat kolaborasi seni dan pengembangan kapasitas pelaku budaya melalui rangkaian kegiatan Melbourne Symphony Orcestra yang dilaksanakan pada 12 sampai 16 Juli 2026.

"Rangkaian kegiatan Melbourne Symphony Orchestra merupakan bagian dari hubungan sister province antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Negara Bagian Victoria, Australia," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Monitoring Evaluasi Disbud DIY Rully Andriani dalam jumpa pers di Taman Budaya Yogyakarta, Minggu.

Rangkaian yang menjadi bagian dari kerja sama sister province antara DIY dan Negara Bagian Victoria, Australia tersebut meliputi Pentas Ruwat Ruwet, Youth Music Camp, Arts Management Workshop (AMW), Music Composition Workshop (MCW), hingga Konser Kolaborasi.

"Program ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan penguatan kapasitas pelaku budaya melalui berbagai workshop dan pendampingan," katanya.

Menurut dia, rangkaian kegiatan diawali dengan pentas Ruwat Ruwet di Taman Budaya pada 12 Juli, pertunjukan yang selama kurang lebih delapan bulan memperoleh pendampingan dari Disbud DIY dan Melbourne Symphony Orchestra.

Setelah Ruwat Ruwet, kegiatan akan dilanjutkan dengan Youth Music Camp dan Arts Management Workshop pada 13–15 Juli di Kaliurang, Sleman serta Music Composition Workshop pada 13–14 Juli yang bekerja sama dengan Art Music Today.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Konser Kolaborasi pada 16 Juli yang sekaligus menandai dimulainya Bulan Warisan Dunia DIY.

"Melalui Bulan Warisan Dunia, kami ingin merayakan, mempromosikan, melestarikan, mengembangkan, dan memajukan warisan budaya DIY yang memperoleh pengakuan UNESCO melalui berbagai kegiatan edukasi, pertunjukan, pameran, festival, dan partisipasi masyarakat," katanya.

Chief Operating Officer Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo, mengatakan Konser Kolaborasi pada 16 Juli di Universitas Sanata Dharma akan menjadi puncak perayaan sepuluh tahun kemitraan antara Melbourne Symphony Orchestra dan Disbud DIY.

"Kami ingin merayakan perjalanan satu dekade kolaborasi sekaligus menunjukkan bagaimana program ini memungkinkan kita saling memahami budaya dengan lebih mendalam dan menginspirasi setiap individu untuk menjadi manusia yang lebih baik melalui laku seni," katanya.

Menurut Suzanne, konser tersebut akan menampilkan 25 peserta Youth Music Camp yang terpilih dari hampir 80 pendaftar bersama para musisi Melbourne Symphony Orchestra.

Head of Operations Melbourne Symphony Orchestra, Callum Moncrieff mengatakan bahwa Arts Management Workshop dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan mengelola proyek seni secara menyeluruh.

"Sebanyak 25 peserta dipilih dari 78 pendaftar untuk mengikuti pelatihan intensif bersama tim manajemen. Kami ingin berbagi pengalaman tentang bagaimana merancang, mengelola, hingga mewujudkan sebuah proyek seni yang berdampak," katanya.

Kelompok yang akan menampilkan Ruwat Ruwet merupakan tim terbaik Arts Management Workshop 2025 yang telah mendapatkan supervisi dan pendampingan selama kurang lebih delapan bulan dari Melbourne Symphony Orchestra bersama Disbud DIY.

"Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti pada satu pertunjukan. Para peserta diharapkan mampu mengembangkan proyek-proyek seni lainnya di masa mendatang," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026