
Mahasiswa Unej rancang inkIusif geospasiaI bagi siswa tunanetra

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Jember (Unej) merancang inovasi inkIusif geospasiaI bagi siswa tunanetra untuk mewujudkan akses pendidikan yang setara dan inkIusif.
"Masih banyak siswa tunanetra yang kesulitan mempelajari geospasial akibat media pembelajaran yang didominasi visual. Isu itu penting karena setiap anak berhak memperoleh akses pendidikan yang inklusif dan setara sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata salah satu mahasiswa Pendidikan Fisika Unej Santi Desi Safitri di kampus setempat, Senin.
Menurutnya, akses terhadap pendidikan yang setara dan inklusif masih menyisakan tantangan besar, khususnya bagi pemenuhan hak belajar siswa tunanetra. Salah satu hambatan yang sering kali luput dari perhatian adalah materi pembelajaran geospasial atau pemahaman letak wilayah.
"Hingga saat ini, metode pengajaran geografi dan keruangan di sekolah masih didominasi oleh media visual statis seperti peta konvensional, yang nyaris mustahil diakses secara mandiri oleh penyandang disabilitas netra," tuturnya.
Berangkat dari kepedulian yang mendalam terhadap urgensi isu tersebut, Santi bersama dua temannya mengambil langkah konkret dengan gagasan inovatif mereka yang diwujudkan dalam sebuah rancangan teknologi multisensori yang memecah kebuntuan ruang belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Baca juga: Kantah Bantul sosialisasi pembuatan peta tematik memperkuat validitas data pertanahan
Baca juga: Bantul wujudkan tata kelola data demi pembangunan berkelanjutan
Melihat minimnya media pembelajaran geospasial yang aksesibel, Santi bersama dua rekannya yang tergabung dalam Tim Visca Barca yakni Rizky Satrio Dewangga dan Arjunanda Tri Bagus Kinantaka merancang sebuah inovasi bernama GEOTIVA (Geospatial Interactive Audio Map).
"Inovasi itu mengintegrasikan peta timbul, sensor sentuh, dan audio interaktif dalam satu sistem pusat kendali mikrokontroler ESP32," katanya.
Ia menjelaskan bahwa cara kerja media itu sangat berorientasi pada kemandirian siswa, sehingga saat siswa menyentuh wilayah pada peta timbul, maka sistem akan memutar informasi audio sehingga mereka dapat memahami letak dan karakteristik wilayah melalui sentuhan dan pendengaran secara bersamaan.
"Pendekatan multisensori yang diusung GEOTIVA tidak hanya meningkatkan aksesibilitas materi, tetapi juga membantu siswa tunanetra membangun pemahaman spasial yang efektif dan bermakna," ujarnya.
Pemahaman konsep keruangan itu dinilai krusial karena sangat melatih orientasi ruang, mobilitas, serta kemandirian mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pemkab Sleman meraih Bhumandala Award dari Badan Informasi Geospasial
Dalam proses merancangnya, tim mahasiswa Unej itu harus menyelami berbagai referensi ilmiah dan mengevaluasi kelemahan media pembelajaran yang sudah ada di sekolah inklusif. Mereka memperkuat gagasannya melalui desain teknis, strategi implementasi, hingga analisis biaya agar solusi itu benar-benar mudah diterapkan secara nyata, bukan sekadar teori di atas kertas.
Melalui kepekaan sosial terhadap pendidikan inklusif itu, mahasiswa Unej berharap dapat memantik gerakan yang lebih luas di kalangan generasi muda untuk terus menghadirkan solusi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Jangan takut mencoba. Mulailah dari masalah nyata di sekitar masyarakat, lakukan riset yang kuat, dan susun solusi yang inovatif serta bermanfaat bagi masyarakat. Semangat dan konsistensi adalah kunci untuk menghasilkan karya terbaik," katanya.
Gagasan kemanusiaan dan inklusivitas yang dirancang oleh Tim Mahasiswa Pendidikan Fisika Unej itu juga telah diuji kelayakannya di tingkat nasional karena inovasi GEOTIVA tersebut sukses mengantarkan mahasiswa meraih Juara III dalam ajang Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional INNECTION yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta beberapa waktu lalu.
Pencapaian tersebut menjadi validasi penting bahwa riset berbasis kepedulian sosial dari kampus hijau Unej mampu menawarkan solusi nyata bagi masa depan pendidikan inklusif di Indonesia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mahasiswa Unej rancang inkIusif geospasiaI bagi siswa tunanetra
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
