Logo Header Antaranews Jogja

NAVI-HF gunakan AI untuk deteksi cairan paru pada pasien gagal jantung

Selasa, 14 Juli 2026 15:46 WIB
Image Print
Dokter Spesialis Jantung Sub Spesialisasi Konsultan Kardiovaskular Intervensi, Konsultan Kedokteran Vaskular Dr. dr. Rony Marethianto Santoso, Sp.JP, Subsp. K. I. (K), FIHA menjelaskan inovasi NAVI-HF yang diciptakan dalam temu media di Jakarta, Selasa (14/7/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta (ANTARA) - Alat kedokteran yang menggunakan kecerdasan buatan/AI bernama NAVI-HF dikembangkan oleh dokter dari Universitas Indonesia untuk mendeteksi tanda-tanda kongesti atau penumpukan cairan di paru pada pasien gagal jantung secara lebih objektif.

Peneliti utama NAVI-HF yakni Dokter Spesialis Jantung, Sub Spesialisasi Konsultan Kardiovaskular Intervensi, Konsultan Kedokteran Vaskular Dr. dr. Rony Marethianto Santoso, Sp.JP, Subsp. K. I. (K), FIHA dalam temu media di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa alat itu memakai kecerdasan buatan untuk menganalisis suara dari rongga dada.

Dalam pengembangannya, NAVI-HF diuji pada sebanyak 246 pasien gagal jantung akut sebelum dipulangkan dari rumah sakit. Alat tersebut merekam suara dada dari lima area toraks, kemudian menganalisisnya menggunakan kecerdasan buatan.

"Jadi untuk pasien kami ambil yang berusia di atas 18 tahun, kita masukkan ke dalam subjek penelitian. Tapi ternyata, didapati bahwa rata-rata pasien kita itu (yang gagal jantung) umurnya 50 tahun sekian," kata Rony.

Tingkat akurasi dari NAVI-HF diklaimnya mencapai 86 persen, sensitivitas 91 persen dan spesifikasi sebesar 82 persen.

"Model akhir alat itu menunjukkan kemampuan yang baik dalam mendeteksi kongesti paru dibandingkan dengan ultrasonografi paru sebagai referensi standar," ujar Rony.

Pasien dengan hasil positif nantinya cenderung menunjukkan kondisi klinis yang lebih berat, struktur dan fungsi jantung yang lebih terganggu, serta kadar NT-proBNP yang lebih tinggi.

Lebih lanjut dia menyebut seluruh pasien yang dilibatkan dalam penelitian dipantau selama enam bulan pasca pasien pulang dari rumah sakit. Hal ini dikarenakan pasien dengan hasil yang positif lebih berisiko mengalami perburukan gagal jantung, termasuk perawatan ulang di rumah sakit atau kematian.

"Temuan ini menunjukkan bahwa NAVI-HF berpotensi tidak hanya membantu mendeteksi kongesti paru, tetapi juga membantu mengidentifikasi pasien yang membutuhkan pemantauan lebih ketat setelah pulang dari rumah sakit," ucap dia.

Rony menjelaskan bahwa alasan dibalik dirinya dan tim dokter lain yang terlibat membuat inovasi tersebut adalah pasien gagal jantung seringkali kembali dirawat di rumah sakit karena adanya penumpukan cairan di paru yang dapat terjadi, bahkan sebelum gejala yang jelas muncul.

Dia menekankan bahwa pemeriksaan yang biasa digunakan untuk mendeteksi kondisi ini seperti ultrasonografi paru atau pemeriksaan darah NT-proBNP tidak selalu tersedia dan memerlukan alat khusus.

Sedangkan pada pemeriksaan stetoskop biasa juga belum tentu mampu mengenali tanda awal penumpukan cairan secara akurat.

Maka dari itu, kehadiran inovasi baru menggunakan bantuan AI tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pasien gagal jantung yang berisiko lebih tinggi sebelum pulang dari rumah sakit.

Meski masih harus melalui berbagai rangkaian untuk bisa menyempurnakannya, Rony berharap di masa depan alat yang dikembangkannya akan mendukung deteksi lebih dini, perencanaan terapi yang lebih baik, pemantauan pasien yang lebih dekat, serta pengembangan pemantauan gagal jantung berbasis rumah sakit.

Penelitian ini dilakukan sebagai bagian dari penelitian doktoral di bawah bimbingan Prof. Dr. dr. Bambang Budi Siswanto, Sp.JP(K), FESC, FACC, FAPSC sebagai promotor, serta Prof. Dr. dr. Amiliana Mardiani Soesanto, Sp.JP(K), FIHA dan Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom sebagai ko-promotor.

Tim penguji dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Suhendro, Sp.PD, Subsp.P.T.I.(K), dengan anggota tim penguji Prof. Em. Ser Wee, PhD, Dr. dr. Aria Kekalih, MTI, Sp.KKLP, MKK, dan Dr.dr. Nuri Dyah Indrasari, Sp.PK(K). Disertasi ini dipresentasikan di IMERI FKUI pada 14 Juli 2026.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: NAVI-HF gunakan AI untuk deteksi cairan paru pada pasien gagal jantung



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026