Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Gunungkidul bangun 13 proyek strategis berbasis gotong royong

Selasa, 14 Juli 2026 17:50 WIB
Image Print
Masyarakat Kapanewon Playen, Gunungkidul saat melakukan gotong royong pada salah satu dari 13 proyek strategis, Selasa (14/7). (ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bersama masyarakat di Kapanewon Playen membangun 13 proyek strategis dengan mengedepankan semangat gotong royong sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila sekaligus upaya mempercepat pembangunan di tengah keterbatasan fiskal.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, di Gunungkidul, Selasa, mengatakan gotong royong bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.

"Nilai ini merupakan warisan luhur Pancasila yang menjadi pembeda bangsa Indonesia di mata dunia," ujarnya.

Menurut Endah, semangat gotong royong menjadi salah satu solusi untuk mendukung pembangunan daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah.

"Keterbatasan fiskal jangan membuat kita berpangku tangan, kita harus memiliki spirit untuk menggali sumber daya alam dan pendapatan asli daerah melalui kegotongroyongan," katanya.

Ia menjelaskan penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

"Dengan ini secara resmi pencanangan kegiatan Gotong Royong Kapanewon Playen Tahun Anggaran 2026 dibuka," ujarnya.

Sementara itu, Panewu Playen Irmawati Rahayu mengatakan kegiatan gotong royong tahun ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kapanewon Playen dengan sasaran 13 titik pembangunan.

"Program ini mencakup 13 titik pembangunan yang tersebar di berbagai kalurahan di wilayah Kapanewon Playen, dengan fokus utama pada jalur evakuasi bencana dan antisipasi kerawanan alam," ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu proyek yang dikerjakan adalah pembangunan jalan beton full block sepanjang 112 meter di Kalurahan Banaran yang difungsikan sebagai jalur evakuasi bencana.

Selain itu, dilakukan pemasangan bronjong kawat galvanis setinggi 8,5 meter di Kedung Wanglu, Kalurahan Banyusoco, sebagai upaya mengantisipasi longsor tebing.

"Kemudian juga dibangun talud sepanjang 125 meter di Dusun Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, untuk mengantisipasi longsor yang mengancam badan jalan," katanya.

Irmawati menambahkan proyek lainnya meliputi pembangunan drainase, jalan beton, dan decker plate di Kalurahan Ngleri, Getas, Playen, Logandeng, Bandung, Gading, Bleberan, Dengok, Ngawu, dan Pleret.

"Masyarakat Playen menyambut baik program tersebut dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaannya," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, pembangunan jalan beton full block di Kalurahan Banaran yang semula direncanakan sepanjang 112 meter akan diperpanjang menjadi 312 meter melalui dukungan pendapatan asli kalurahan (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal).

"Dalam rencana anggaran biaya (RAB), pembangunan jalan hanya sepanjang 112 meter kemudian melalui dukungan PAD dan APBKal, pemerintah kalurahan menargetkan penyelesaiannya hingga 312 meter," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Gunungkidul bangun 13 proyek strategis berbasis gotong royong



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026