
DKPP Bantul pastikan ketersediaan pompa irigasi hadapi kemarau panjang

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan ketersediaan pompa irigasi dalam kondisi aman untuk mendukung pasokan air ke lahan pertanian sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo di Bantul, Selasa, mengatakan saat ini terdapat lebih dari 4.000 unit pompa irigasi yang telah tersedia untuk mendukung kebutuhan air lahan pertanian, terutama yang berada di sekitar aliran sungai.
"Kami punya existing pompa lebih dari 4.000 unit, jadi aman, ketersediaan pompa itu cukup banyak," katanya.
Menurut dia, ribuan pompa tersebut telah didistribusikan kepada kelompok tani yang memiliki lahan di dekat sumber air, seperti sungai maupun sumur, agar dapat dimanfaatkan secara optimal selama musim kemarau.
"Pompa sejak awal sudah disalurkan ke lokasi yang memiliki sumber air sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi sawah saat musim kemarau," ujarnya.
Selain itu, DKPP Bantul juga akan menerima tambahan bantuan sebanyak 160 unit pompa dari pemerintah pusat yang dijadwalkan disalurkan pada Agustus 2026 guna memperkuat layanan irigasi di wilayah yang membutuhkan.
"Pada Agustus kami juga mendapat bantuan 160 pompa dari pemerintah pusat yang nantinya akan disalurkan kepada petani," katanya.
Joko optimistis ketersediaan pompa irigasi tersebut mampu menjaga produksi pertanian di Bantul meskipun terjadi kemarau berkepanjangan.
"Pompa aman, insyaallah Bantul juga akan aman," ujar dia.
Meski demikian, ia mengakui sejumlah wilayah, seperti sebagian Kapanewon Dlingo dan Imogiri, masih tergolong rawan kekeringan ketika musim kemarau berlangsung lebih lama.
"Untuk mendukung kebutuhan air di wilayah tersebut, petani memanfaatkan sejumlah embung yang telah dibangun pemerintah," katanya.
Menurut dia, salah satu embung yang dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan irigasi adalah Embung Wukirsari di Kapanewon Imogiri.
Hingga saat ini, lanjut Joko, kondisi pertanian di Kabupaten Bantul masih terkendali dan belum terdapat indikasi ancaman gagal panen akibat kekeringan.
"Sampai saat ini masih terkendali. Kami belum menerima indikasi yang mengarah pada ancaman gagal panen akibat kekeringan," ujar dia.
Pewarta : Agung Dwi Prakoso
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
