
Inacraft Jogja jadi wadah perajin muda unjuk gigi produk sustainable

Yogyakarta (ANTARA) - Perhelatan Inacraft Festival Yogyakarta yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) 15-19 Juli, menjadi panggung inovasi bagi perajin muda dalam memamerkan produk-produk kerajinan tangan berkelanjutan (sustainable craft) yang ramah lingkungan.
Dalam ajang perdana di luar Jakarta ini, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) secara khusus memberikan ruang inkubasi digital dan promosi mandiri berskala internasional bagi generasi muda kreatif, termasuk komunitas perajin dari kalangan mahasiswa di Yogyakarta.
"Kami mewadahi kaum muda dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berpartisipasi, sekaligus untuk regenerasi pelaku industri agar tidak terjadi kekosongan nantinya," kata Ketua Umum ASEPHI Muchsin Ridjan, di Yogyakarta, Selasa (14/7).
Langkah tersebut, katanya, mempertegas komitmen ASEPHI dalam mendorong regenerasi pelaku industri kreatif yang telah berjalan selama 27 tahun, ditambah struktur kependudukan Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda, sehingga sentuhan inovasi hijau (green innovation) sangat dibutuhkan demi keberlanjutan industri kerajinan nasional.
"Kami ingin memfasilitasi produk inovatif mereka, seperti kerajinan berkelanjutan dari bahan kaca dan limbah daur ulang agar tidak hanya mentok dipasarkan di kafe-kafe, tetapi bisa menembus pasar global," tambah Emrita LN Pratiwi, selaku Project Officer ASEPHI.
Emrita menjelaskan selain menjadi wadah unjuk gigi bagi anak muda, pameran bertema "Melayu Hayunan Bawa" ini juga mengedepankan prinsip sosial yang inklusif, ASEPHI juga memfasilitasi stan gratis (free booth) melalui Difabel Zone bagi perajin penyandang disabilitas guna membangun kemandirian ekonomi mereka.
"Inacraft Festival Yogyakarta 2026 ini konsepnya culture, craft, and tourism. Kami ingin memberikan rasa nyaman kepada semuanya," katanya.
Baby Jurmawati, Wakil Ketua Umum II ASEPHI menambahkan untuk memperluas cakrawala para perajin lokal mengenai tren produk di tingkat regional, festival ini menghadirkan paviliun internasional yang diikuti oleh 10 negara di antaranya, kehadiran Khmer Community dari Kamboja dengan tenun khasnya, serta perwakilan dari Sarawak, Malaysia.
"Kehadiran mereka ditujukan sebagai ruang studi banding agar pelaku usaha domestik bisa melihat langsung standar produk mancanegara tanpa biaya besar," katanya.
Didukung oleh Bank Mandiri sebagai sponsor utama yang menyediakan fasilitas studio khusus untuk aktivitas podcast harian, ASEPHI berharap integrasi antara kreativitas anak muda, konsep keberlanjutan lingkungan, dan penguatan digital ini dapat membawa produk kerajinan daerah bertransformasi menuju pasar global sesuai visi "From Smart Village to Global Market".
Untuk target pengunjung Inacraft Festival 2026 di Yogyakarta 25 ribu orang dengan target penjualan ritel Rp8 miliar dari 1.000 tenant, serta diikuti 250 peserta UMKM dengan kategori craft, aksesoris, hingga furniture.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
