Logo Header Antaranews Jogja

Danantara ajak pelaku usaha memperkuat industri pengolahan mineral

Rabu, 15 Juli 2026 16:14 WIB
Image Print
Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (10/7/2026) (ANTARA/HO-Danantara)

Jakarta (ANTARA) - CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengajak seluruh pelaku usaha memperkuat industri pengolahan mineral agar Indonesia bisa menguasai rantai pasok global

Menurut Rosan Roeslani dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Indonesia sudah saatnya berdaulat melalui pengembangan industri pengolahan mineral.

Selama ini, nilai tambah kekayaan mineral Indonesia masih lebih banyak dinikmati negara lain karena Indonesia umumnya hanya mengolah hingga tahap ekstraksi.

"Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan dan energi bersih," ujar Rosan dalam keterangannya.

"Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat," lanjutnya.

Dalam acara Danantara's Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman pengembangan material maju (critical minerals downstreaming) antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Pindad (Persero).

Kerja sama itu bertujuan mengoptimalkan rantai pasok dan "offtake" mineral kritis serta material maju untuk memenuhi kebutuhan industri strategis nasional.

Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk industri kendaraan listrik, tetapi juga sektor dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P. Santosa mengatakan pengembangan industri "middle stream material" harus menjadi bagian dari transformasi industri nasional menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi dan penguasaan rantai pasok masa depan.

Indonesia perlu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta meningkatkan daya saing di pasar global agar tercapai skala ekonomi yang berkelanjutan.

Kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan kita mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan," jelas Sigit.

Untuk itu, lanjutnya, pengembangan industri material maju perlu dilakukan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.

"Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi dan kompetitif secara global," tutur Sigit.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Danantara ajak pelaku usaha memperkuat industri pengolahan mineral



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026