Logo Header Antaranews Jogja

Korban luka di Iran akibat eskalasi dengan AS menjadi 260 orang

Rabu, 15 Juli 2026 17:15 WIB
Image Print
Arsip foto - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency / pri. (ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency / pri)

Teheran (ANTARA) - Jumlah korban luka di Iran akibat eskalasi terbaru dengan Amerika Serikat meningkat menjadi 260 orang, kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour pada Rabu.

Pada 11 Juli, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa 17 orang tewas dan 115 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat yang dimulai pada 8 Juli.

“Dalam gelombang terbaru eskalasi militer terhadap negara kami, sejauh ini lebih dari 260 orang mengalami luka-luka, termasuk tiga perempuan dan enam orang yang berusia di bawah 18 tahun,” tulis Kermanpour melalui platform media sosial X.

Ia tidak menyampaikan pembaruan mengenai jumlah korban tewas.

Sejak 8 Juli, militer Amerika Serikat telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas campur tangan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat mengakhiri keterlibatannya di kawasan. Pengumuman itu disampaikan di tengah berlanjutnya saling serang antara kedua negara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korban luka di Iran akibat eskalasi dengan AS menjadi 260 orang



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026