
Asosiasi desa usulkan KDKMP perkuat kemitraan dengan warung warga

Jakarta (ANTARA) - Forum Organisasi Desa Indonesia yang beranggotakan 10 asosiasi desa mengusulkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memperkuat kemitraan dengan warung warga melalui fungsi distribusi guna memperkuat ekosistem usaha dan meningkatkan perputaran ekonomi di desa.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Wargiyati mengatakan pola kemitraan diharapkan memperkuat jaringan distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa.
"Keberadaan warung-warung di desa jangan khawatir, karena KDKMP nanti tidak akan menjual produknya dengan harga di bawah harga warung," kata Wargiyati dalam jumpa pers Forum Organisasi Desa Indonesia di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, koperasi tersebut justru diharapkan menjadi pemasok bagi warung-warung desa sehingga pelaku usaha kecil dapat memperoleh barang dengan harga yang lebih kompetitif.
"Justru Kopdes Merah Putih nanti akan jadi distributor warung-warung yang ada di desa dengan harga lebih murah dari harga pasar," ujarnya.
Wargiyati mengatakan skema tersebut diharapkan membuat warung-warung desa tetap berkembang karena memperoleh akses barang dengan harga yang lebih murah bersumber dari koperasi.
"Jadi warung-warung yang ada di desa itu tetap akan hidup, bahkan lebih beruntung dengan keberadaan Kopdes dan Kelurahan Merah Putih," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih Asep Anwar Sadat mengatakan KDKMP perlu menjalankan fungsi sebagai semi-distributor yang memperkuat rantai pasok kebutuhan masyarakat di desa.
Menurut dia, pembagian peran antara koperasi dan warung akan menciptakan ekosistem usaha yang saling mendukung sekaligus menjaga keberlangsungan sumber penghasilan masyarakat.
"KDKMP tidak boleh menjadi kompetitor bagi warung-warung warga. Justru harus menjadi mitra terdepan, mitra strategis dalam rangka pemasaran ataupun market terhadap warga masyarakat itu sendiri," ujar Asep.
Selain memperkuat usaha warung, ia mengatakan KDKMP juga diharapkan membuka lapangan kerja karena pengelolaan koperasi akan melibatkan masyarakat desa.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Komunitas Purnabhakti Kepala Desa dan Lurah Seluruh Indonesia (Kompakdesi) Rudianto Indris mengatakan banyak warga desa masih menggantungkan tambahan pendapatan dari usaha penjualan sembako sehingga pola kemitraan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan koperasi.
"Maka salah satu saran kami dari Purnabhakti Kepala Desa agar Kopdes tidak menjual eceran, tidak melakukan penjualan eceran karena bisa mematikan usaha mereka," kata Rudianto.
Forum Organisasi Desa Indonesia menilai kemitraan KDKMP dengan warung dan UMKM dapat memperkuat peran sektor tersebut sebagai penggerak ekonomi desa secara berkelanjutan.
Pemerintah mengarahkan KDKMP menjadi pusat layanan ekonomi desa yang menyediakan antara lain sembako, pupuk, LPG, layanan keuangan, serta pemasaran hasil produksi masyarakat.
Koperasi juga didorong bermitra dengan warung dan UMKM melalui akses harga khusus hasil kerja sama dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) sehingga mampu memperkuat distribusi barang sekaligus menghindari persaingan yang tidak sehat dengan usaha warga.
Lebih lanjut, KDKMP juga disiapkan menjadi pusat pemasaran produk UMKM lokal serta penghubung antara produsen, pemasok, warung, dan konsumen di desa.
Pemerintah menilai model tersebut dapat memperpendek rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, dan memperkuat ekonomi lokal.
Kementerian Koperasi mencatat sebanyak 83.944 KDKMP telah berbadan hukum di seluruh Indonesia. Berdasarkan jumlah tersebut, ditargetkan pembangunan sebanyak 40.000 KDKMP rampung hingga akhir 2026.
Pemerintah mencatat bahwa pembangunan fisik 15.845 koperasi telah selesai, sementara 19.539 koperasi lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Sementara itu, berdasarkan data Kementerian UMKM pada Juli 2025, Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta UMKM yang menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja atau sekitar 97 persen dari total tenaga kerja nasional dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto mencapai 61,9 persen.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Asosiasi desa usulkan KDKMP perkuat kemitraan dengan warung warga
Pewarta : Aria Ananda
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
