Logo Header Antaranews Jogja

PDAM Sleman memetakan wilayah rawan gangguan air antisipasi kekeringan

Rabu, 15 Juli 2026 22:58 WIB
Image Print
Kantor PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman. ANTARA/HO-Dokumen PDAM Tirta Sembada

Sleman (ANTARA) - PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan dan gangguan pasokan air bersih guna menghadapi musim kemarau tahun 2026 yang diprediksi lebih kering.

Direktur PDAM Tirta Sembada Edy Nugroho di Sleman, Rabu, mengatakan pemetaan ini didasarkan pada sejumlah indikator strategis, yakni jarak dari sumber air, elevasi wilayah, kepadatan pelanggan, serta karakteristik jaringan distribusi yang ada.

"Wilayah Sleman bagian barat seperti Kapanewon Godean, Moyudan, dan Seyegan diidentifikasi sebagai daerah yang paling rentan terhadap penurunan tekanan air karena relatif jauh dari sumber air utama," kata Edy.

Selain itu, kata dia, kawasan padat penduduk di Depok dan Ngaglik juga menjadi fokus pemantauan karena potensi lonjakan konsumsi air pada jam-jam puncak. Sementara itu, wilayah utara seperti Pakem, Turi, dan Cangkringan, tantangan utamanya terletak pada faktor elevasi yang memerlukan tekanan distribusi lebih besar untuk menjangkau seluruh pelanggan.

Sebagai langkah antisipasi, PDAM Sleman telah menyiapkan serangkaian strategi teknis, di antaranya pemasangan "booster pump", pembangunan reservoir zonasi, manajemen tekanan, serta optimalisasi interkoneksi antarjaringan. PDAM juga mengintensifkan pemeliharaan operasional seperti "flushing" jaringan, pengurangan tingkat kebocoran, dan pengaturan "valve" distribusi.

"Terkait kondisi cadangan air tanah, PDAM mencatat adanya indikasi peningkatan penurunan muka air saat pompa beroperasi dan kenaikan konsumsi energi pompa di beberapa titik," kata dia.

Untuk itu, lanjut Edi, perusahaan mulai mengarahkan strategi jangka panjang pada pengurangan ketergantungan terhadap eksploitasi air tanah dengan beralih ke pemanfaatan air permukaan melalui sistem Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional.

Pengembangan jaringan SPAM Regional di wilayah Godean, Seyegan, dan Moyudan kini menjadi prioritas utama karena pertumbuhan permukiman yang pesat dan kecocokannya untuk menerima suplai air permukaan dari sistem regional Progo.

Dalam kondisi darurat atau kekeringan ekstrem, PDAM Sleman telah menyiagakan armada tangki air yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman dan pemerintah kapanewon untuk mendistribusikan bantuan air kepada pelanggan yang terdampak.

"Untuk mendukung efisiensi layanan, PDAM Sleman juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital melalui sistem "Supervisory Control and Data Acquisition" (SCADA), sensor tekanan, dan "digital flow meter guna mendeteksi kebocoran serta memantau pola distribusi secara "real-time"," katanya.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026