Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman tingkatkan kualitas koperasi melalui pendampingan

Kamis, 16 Juli 2026 17:44 WIB
Image Print
KDMP Tirtomatani di Kabupaten Sleman, DIY. ANTARA/HO-Humas DJPb DIY

Sleman (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berupaya meningkatkan kualitas koperasi salah satunya melalui intensifikasi pendampingan guna memperbaiki status kesehatan koperasi agar lebih optimal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Sutiasih di Sleman, Kamis, mengatakan upaya peningkatan kualitas dilakukan mengingat masih banyak koperasi yang menghadapi kendala dalam memenuhi indikator penilaian koperasi sehat.

"Upaya kami sementara ini lebih kepada pendampingan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengawasan. Hal ini agar koperasi lebih siap saat dilakukan penilaian, sehingga status kesehatannya dapat meningkat," kata Sutiasih.

Menurut Sutiasih, tantangan utama dalam mencapai kategori koperasi sehat terletak pada banyaknya persyaratan administratif dan teknis yang cukup sulit dipenuhi oleh pengurus koperasi. Terkait hal tersebut, pemerintah saat ini sedang mengevaluasi mekanisme penilaian agar ke depan kriteria tersebut lebih relevan dan dapat dicapai dengan lebih baik.

Selain fokus pada status kesehatan, Diskop UKM Sleman juga aktif memberikan dukungan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi pengurus koperasi. Program ini mencakup penguatan tata kelola organisasi hingga penguatan aspek digitalisasi dalam operasional bisnis.

"Kami selalu siap memberikan pendampingan, baik itu terkait penyusunan atau perubahan AD/ART maupun pelaporan. Jika ada koperasi yang mengalami kesulitan, kami akan mengirimkan personel untuk mendampingi langsung," katanya.

Terkait Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sutiasih menjelaskan bahwa saat ini sudah terdapat 35 koperasi yang telah beroperasi.

"Kami juga terus berupaya menjembatani kerja sama antara koperasi dengan pemangku kepentingan, maupun SPBG agar koperasi dapat berperan sebagai penyuplai komoditas, meskipun realisasinya hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan," katanya.

Adapun total koperasi yang tercatat di Kabupaten Sleman hingga saat ini mencapai 420 unit, termasuk di dalamnya koperasi yang tergabung dalam KDMP.

Sementara itu, terkait data spesifik jumlah koperasi sehat tahun ini, pihak Dinkop UKM Sleman menyatakan masih dalam tahap penilaian.

"Proses evaluasi kinerja koperasi tersebut ditargetkan akan rampung pada Desember mendatang," katanya.



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026