Logo Header Antaranews Jogja

Eko Suwanto ajak mahasiswa perkaya medsos dengan konten budaya

Jumat, 17 Juli 2026 07:39 WIB
Image Print
Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Konten Positif dan Literasi Keamanan Informasi bertajuk "Waspada Hoaks Jaga Privasi Digital", di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Yogyakarta, Kamis (16/7). ANTARA/HO-DPRD DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto mengajak kalangan mahasiswa untuk aktif memperkaya media sosial dengan konten positif yang mengangkat produk kebudayaan lokal.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Diseminasi Konten Positif dan Literasi Keamanan Informasi bertajuk "Waspada Hoaks Jaga Privasi Digital", di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY, Yogyakarta, Kamis (16/7).

Eko membuka sesi diskusi dengan memutar dokumentasi seni budaya tradisional seperti klenengan "Ayun-Ayun Gobyog", kesenian Warokan, Ganong, Reog Ponorogo, hingga cuplikan wayang kulit almarhum Ki Seno Nugroho.

“Apakah ada yang baru pertama kali mendengar dan melihat. Rasanya kok mayoritas ya? Tapi di sini ada yang masih suka campursari,” tanya Eko Suwanto ke peserta.

Eko Suwanto menjelaskan keberagaman unsur seni budaya tradisional yang menyatu secara harmonis di dunia maya merupakan potret ideal dari pemanfaatan media sosial saat ini.

"Ada yang tertarik dengan aspek kebudayaan maupun penampilannya, ya itulah wajah media sosial yang ideal untuk hari ini dan harus terus dipertahankan agar tidak ada lagi wajah yang menakutkan di sana," kata Eko.

Baca juga: Eko Suwanto minta pelatihan manajer KDMP dievaluasi usai lima peserta wafat

Baca juga: Dialog dengan kaum muda, Komisi A DPRD DIY ajak sinau Pancasila dengan gembira

Langkah penyebaran konten budaya ini dinilai krusial untuk mengimbangi berbagai fenomena negatif di media sosial yang kini marak diwarnai oleh hoaks, penipuan daring, hingga judi online.

Menurut Eko, perpaduan antara konten tradisional dengan sentuhan kekinian terbukti membawa anomali positif karena mampu menyedot animo serta kegandrungan yang luar biasa dari warganet generasi muda.

Sejumlah mahasiswa yang hadir, seperti Sevi dari Temanggung, Rosyid dari Wonosobo, dan Wafiq dari Ponorogo, turut membenarkan bahwa modifikasi kreatif pada kesenian daerah di platform digital terbukti efektif menarik minat generasi muda.

Di akhir pemaparannya, Eko berharap Diskominfo DIY terus mendorong masyarakat untuk melahirkan konten-konten kreatif yang mempromosikan kuliner, pariwisata, serta seni budaya lokal demi membangun ruang digital yang sehat.

“Sekarang yang sedang tren adalah konten kuliner yang diulas dari berbagai perspektif, mulai harga yang murah, rasanya yang enak, hingga sisi tradisionalnya.dan hari ini kita harap Kominfo mendorong orang untuk melahirkan konten positif,” tutup Eko Suwanto



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026