
Indef: Investasi Rp1,25 triliun di IKN dorong kutub pertumbuhan baru

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai masuknya investasi asing baru ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan nilai mencapai Rp1,25 triliun menjadi momentum pembentukan pusat atau kutub pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
“Resmi (menerima, red.) surat kuasa pagi ini,” kata Hotman kepada awak media di Jakarta, Jumat.
Ia juga mengonfirmasi mendampingi Febrie menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada pagi ini.
Berdasarkan pantauan ANTARA, Hotman tiba di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, pada sekitar pukul 09.30 WIB, dengan didampingi rekannya, Indra Haposan Sihombing.
Ketika awak media menanyakan perihal kedatangannya, Hotman mengatakan bahwa ia baru akan ditunjuk menjadi kuasa hukum Febrie.
Baca juga: Wapres dukung pembangunan tempat ibadah representatif di IKN
Sebelumnya, pada Sabtu (11/7), Polri mengumumkan bahwa penanganan tiga perkara, yakni dugaan korupsi tata kelola batu bara, dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, dialihkan ke Kejagung.
Pengalihan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan antara Polri dan Kejagung sebagai bentuk sinergi penegakan hukum.
Adapun kepolisian telah menetapkan FA dan DR (Don Ritto) selaku pihak swasta sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
Dengan dialihkannya penanganan perkara itu, Kejagung pun menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk ketiga kasus tersebut.
Kejagung juga membentuk tim khusus beranggotakan sembilan orang jaksa untuk menangani perkara korupsi ini.
Baca juga: Otorita IKN: Investasi Rp1,2 triliun perkuat ekosistem kawasan IKN
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indef: Investasi Rp1,25 triliun di IKN dorong kutub pertumbuhan baru
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026
