Logo Header Antaranews Jogja

Dinas Pariwisata DIY perkuat pelaku ekonomi kreatif batik sebagai warisan dunia

Jumat, 17 Juli 2026 19:46 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Imam Pratanadi. ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat sektor ekonomi kreatif utamanya batik, produk kerajinan khas Yogyakarta yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh organisasi dunia UNESCO.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, di Yogyakarta, Jumat, mengatakan, langkah tersebut dilakukan melalui fasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi para pelaku industri batik, baik tentang desain hingga pewarnaan dengan pewarna alam.

"Pelatihan itu kegiatan yang cukup penting karena di DIY itu batik sudah menjadi warisan dunia, yang kemudian kita memiliki tugas dan amanah untuk memastikan bahwa status warisan budaya ini terus menjadi milik DIY," katanya lagi.

Menurut dia, dengan penguatan ekonomi kreatif batik tersebut harapannya semakin banyak pelaku industri batik di DIY, untuk memastikan produknya tidak hanya berkualitas, dan mampu menembus pasar dunia.

"Tapi juga memperhatikan 'green product' untuk memastikan produknya itu mampu untuk menjaga lingkungan, karena kita tahu sekarang bukan lagi sumber daya alam itu adalah titipan dari nenek moyang yang perlu dijaga terus," katanya lagi.

Dia mengatakan, 'green product' itu menjadi perhatian bagi DIY, sehingga para pelaku industri batik pasti terus diedukasi pengetahuan tentang zat warna sintetis yang potensinya merusak alam lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan bahan yang sifatnya dari alam.

Oleh karena itu, kata dia, Dinas Pariwisata juga memastikan para pelaku ekonomi kreatif betul-betul mengetahui bagaimana menggunakan bahan sintetis pewarna dengan efisien pada produk batik.

"Termasuk kemudian juga bagaimana mengelola limbahnya dan tentunya juga mengurangi penggunaan air yang kemudian salah satu dari permasalahan lingkungan saat ini," katanya pula.

Pihaknya berharap melalui fasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi pelaku ekonomi kreatif yang rutin tiap bulan tersebut harapannya pelaku usaha melakukan produksi sesuai dengan prosedur teknis yang kemudian dipersyaratkan sesuai dengan standar lingkungan.

"Tidak hanya batik yang kita fasilitasi, karena kita tahu bahwa saat ini yang perlu kita bina tidak hanya 19 subsektor dari ekonomi kreatif, karena sudah nambah lagi menjadi 21 subsektor, karena selain kriya, sektor kuliner kita juga unggul," kata dia.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026