Logo Header Antaranews Jogja

Iran sebut tindakan AS mengingatkan pada perilaku kelompok teroris

Minggu, 19 Juli 2026 17:35 WIB
Image Print
Photo file: Bagian-bagian penting dari Jembatan B1 terlihat hancur setelah serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 03 April 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Teheran (ANTARA) - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menuduh tindakan Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung menyerupai perilaku kelompok teroris karena serangan yang menjadi bagian dari agresi militer negara itu terhadap Iran sejak 28 Februari 2026 dengan sengaja membidik infrastruktur sipil.

Dalam unggahannya di akun X miliknya pada Sabtu (18/7), Baqaei menulis bahwa Menara Pengawasan Maritim Chabahar, sebuah fasilitas sipil yang digunakan untuk keselamatan pelayaran dan navigasi, sengaja menjadi sasaran serangan AS pada 16 Juni sebagai bagian dari agresi berkelanjutan yang dimulai pada 28 Februari.

Dia mengatakan Menteri Pertahanan AS dengan bangga merilis rekaman runtuhnya menara tersebut. Menurut Baqaei, jika seandainya mampu, pejabat AS itu juga akan menayangkan rekaman serangan rudal ke sebuah sekolah di Minab dan pembantaian warga sipil di Lamerd dengan kebanggaan yang sama.

Selain itu, Baqaei menuduh juga AS kembali menyerang fasilitas kelistrikan dan pompa desalinasi di dermaga Desa Bunji, Jask, pada Sabtu malam. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 10.000 orang kehilangan akses terhadap air minum.

“Bagi sebuah negara yang pernah memosisikan diri sebagai juara global dalam hal ketertiban, liberalisme, dan perang melawan terorisme, bangga menampilkan gambar-gambar kehancuran jembatan serta infrastruktur sipil telah menjadi satu-satunya kemenangan yang tersisa,” kata Baqaei.

Dia lebih lanjut menyatakan bahwa setiap kehancuran jembatan, menara, dan fasilitas sipil tidak hanya meruntuhkan baja dan beton, tetapi juga meruntuhkan kedudukan moral Amerika Serikat bersama dengan seluruh tatanan hukum internasional, serta klaim peradaban Barat di mata dunia.

Pertanyaan yang sekarang harus diajukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya menjadi sangat jelas dan sederhana, menurut dia, adalah "Apa perbedaan antara apa yang telah mereka lakukan di Chabahar, Minab, Lamerd, dan Jask dengan aksi-aksi terorisme yang selama ini mereka jadikan alasan untuk melancarkan perang dan pendudukan".

Sumber: IRNA-OANA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Tindakan AS mengingatkan pada perilaku kelompok teroris



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026