
DPMPTSP Kulon Progo catat realisasi investasi semester I Rp124,7 miliar

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat realisasi investasi sementara triwulan I dan II 2026 telah mencapai angka Rp124,7 miliar yang menunjukkan geliat ekonomi daerah yang tetap terjaga di tengah dinamika tantangan ekonomi global saat ini.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Kulon Progo Sarji di Kulon Progo, Minggu, mengatakan total realisasi tersebut terdiri atas dua komponen utama, yakni sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta sektor Non-UMK.
"Kami terus memantau pergerakan data investasi ini agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah," kata Sarji.
Ia mengatakan berdasarkan data sementara yang dihimpun, sektor UMK memberikan kontribusi sebesar Rp36 miliar terhadap total realisasi tersebut. Partisipasi pelaku usaha skala mikro dan kecil ini dinilai sangat vital dalam menjaga struktur ekonomi kerakyatan di Kulon Progo.
Sementara itu, untuk sektor non-UMK, realisasi investasi yang tercatat mencapai Rp88,7 miliar. Investasi dari sektor ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha menengah dan besar untuk terus menanamkan modalnya di wilayah yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.
Sarji menegaskan pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menumbuhkan iklim investasi yang kondusif. Langkah ini dilakukan dengan mempermudah perizinan melalui sistem yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel bagi seluruh pelaku usaha.
Selain penyederhanaan birokrasi, pihaknya juga terus melakukan pendampingan kepada para investor, baik investor domestik maupun yang berskala lebih besar. Pendampingan tersebut bertujuan agar kendala yang dihadapi di lapangan dapat segera terurai dan proses operasional usaha berjalan lancar.
"Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga berupaya menarik investasi yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan potensi unggulan daerah," katanya.
Strategi promosi potensi investasi di berbagai sektor, termasuk industri, pariwisata, dan sektor pendukung infrastruktur pendukung bandara, terus digencarkan. Hal ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.
Ke depan, DPMPTSP Kulon Progo optimis realisasi investasi akan terus meningkat seiring dengan perbaikan infrastruktur dan dukungan kebijakan daerah. Pihaknya juga mengimbau agar pelaku usaha tertib dalam melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) untuk memastikan data investasi tercatat dengan akurat.
Sarji menambahkan pihaknya akan terus mengevaluasi dan melakukan pemutakhiran data secara berkala.
"Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, investor, dan masyarakat, diharapkan iklim investasi di Kulon Progo dapat terus tumbuh berkelanjutan guna mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
