
Sekda DIY ingatkan pelajar masa depan daerah ada di tangan mereka

Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan masa depan daerah berada di tangan generasi muda, termasuk para pelajar Sekolah Menengah Atas dan Kejujuran (SMA/SMK) di provinsi tersebut.
"Karena itu para pelajar diharapkan mampu menjaga diri, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat menghambat masa depan mereka," kata Sekda Ni Made saat membacakan amanat Gubernur DIY pada Upacara Bendera dan Deklarasi Bersama Warga SMA/SMK di SMAN 1 Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, Pemprov DIY terus memperkuat pembinaan karakter pelajar sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur DIY Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik.
Dia mengatakan masa depan DIY hadir melalui pelajar yang kelak menjadi dokter, guru, teknisi, pengusaha, seniman, anggota TNI, Polri, hingga pemimpin bangsa. Karena itu, setiap keputusan yang diambil sejak usia sekolah akan menentukan masa depan mereka maupun masa depan daerah.
"Kalian bukan sekadar siswa SMA/SMK, namun calon dokter, guru, teknisi, pengusaha, seniman, anggota TNI, anggota Polri, bahkan pemimpin bangsa di masa depan. Sungguh sayang jika potensi sebesar itu padam, hanya karena satu malam yang salah," katanya.
Dia mengatakan peningkatan kenakalan anak usia sekolah tidak lagi sebatas pelanggaran disiplin, ada yang membawa senjata tajam, ada pula terjerumus dalam penyalahgunaan pil sapi dan minuman oplosan tanpa menyadari bahaya yang mengintai.
Menurut dia, berbagai bentuk kenakalan remaja, termasuk tawuran, tidak terjadi secara tiba-tiba, namun tindakan tersebut kerap berawal dari keputusan-keputusan kecil yang salah, seperti memilih diam saat melihat pelanggaran atau mengikuti ajakan keliru yang seharusnya ditolak.
"Di sinilah falsafah leluhur kita berbicara, eling lan waspada. Ingat pada siapa diri kalian sesungguhnya, ingat pada orang tua yang menaruh harap. Dan waspada, karena bahaya hari ini datang dengan wajah yang menyenangkan, namun berujung pada penyesalan yang tak bisa ditebus apapun," katanya.
Pemprov DIY juga terus memperkuat kolaborasi bersama aparat keamanan, sekolah, perguruan tinggi, keluarga, hingga masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak.
Selain itu pihaknya mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak, sebab sekolah merupakan rumah kedua bagi pelajar, namun keluarga tetap menjadi benteng utama dalam mengawasi tumbuh kembang serta pergaulan anak.
"Oleh karena itu orang tua diharapkan aktif menjalin komunikasi dan memastikan keberadaan putra-putri mereka, terutama pada jam-jam rawan," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
