
Penguatan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian Indonesia

Yogyakarta (ANTARA) - Tidak kurang dari 800 kios milik pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjajakan produk kuliner, kerajinan, dan aneka fesyen di Teras Malioboro 1, bangunan ikonik di pusat Kota Yogyakarta.
Tawar-menawar harga antara pembeli dan penjual di kios produk kerajinan dan fesyen menjadi pemandangan sehari-hari di pusat UMKM yang menampung pedagang yang dulunya berjualan di sepanjang jalan kawasan Malioboro.
Saat itu, Jumat (17/7) malam, kawasan strategis bagi aktivitas ekonomi itu menjadi saksi peluncuran program pemerintah melalui Kementerian UMKM, yaitu Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra).
Program Kumitra yang mempertemukan para pelaku UMKM dengan mitra strategis atau pengusaha ritel modern tersebut untuk memperluas akses pasar produk UMKM lebih luas.
"Kumitra hadir untuk mempertemukan usaha mikro dengan berbagai mitra usaha dan membuka akses pasar serta rantai pasok yang lebih luas," kata Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza seusai peluncuran program tersebut.
Baca juga: Menteri UMKM: Perpres tetapkan ojol sebagai pengusaha mikro
Baca juga: Menteri UMKM: Nobar Piala Dunia 2026 gerakkan ekonomi daerah
Program kemitraan dengan menggandeng asosiasi pengusaha ritel Indonesia (Aprindo) yang membawahi sekitar 500 mitra retail modern di seluruh Indonesia itu sebagai solusi klasik atas masalah yang dihadapi UMKM, yaitu akses pasar.
Kolaborasi UMKM dengan mitra modern akan berjalan selama satu tahun dengan harapan para UMKM di beberapa daerah sudah bisa berproduksi dengan baik secara kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya dan memenuhi persyaratan bisa dipasarkan melalui pasar ritel.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masuknya produk UMKM di mitra ritel modern dengan pembebasan biaya listing fee atau uang pangkal pendaftaran produk baru.
Kementerian UMKM menargetkan kemitraan dengan pasar ritel modern tersebut dapat menjangkau sebanyak banyaknya pelaku UMKM di Indonesia, mengingat sektor industri kecil juga menjadi perhatian pemerintahan Presiden Prabowo.
Selain dengan mitra strategis, program Kumitra juga mendekatkan pelaku UMKM dengan para pembeli, supaya usaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia tidak lagi mencari sendiri-sendiri pihak yang akan membeli produknya.
Dari kegiatan pertemuan dengan para mitra strategis UMKM tersebut, pemerintah mendapatkan komitmen dari mitra-mitra untuk bekerja sama dengan usaha-usaha mikro dengan nilai sebesar Rp7 miliar.
Komitmen awal tersebut menjadi permulaan bagi UMKM dan pasar ritel modern untuk terus berkembang bersama dan berlanjut pada hari-hari berikutnya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
