Logo Header Antaranews Jogja

Dinas Pariwisata: Jogja Scooter Parade 2026 geliatkan UMKM lokal

Rabu, 22 Juli 2026 07:34 WIB
Image Print
ilustrasi - Pengunjung memotret Vespa modifikasi, di lapangan Gajah Mada, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (17/12). ANTARA/Prasetia Fauzani/mas/17.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menilai penyelenggaraan Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 di Jogja Expo Center (JEC) pada 25-26 Juli mampu menggeliatkan perekonomian daerah melalui perputaran transaksi UMKM lokal.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dinpar DIY Iwan Pramana mengatakan potensi perputaran ekonomi tersebut tercipta dari tingginya belanja ribuan pengunjung untuk sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga suvenir.

"Potensi perputaran ekonomi dapat muncul dari pengeluaran pengunjung untuk akomodasi, transportasi, kuliner, tiket, jasa dokumentasi, produk fesyen, suvenir, aksesori kendaraan, hingga kunjungan ke destinasi wisata lainnya," ujar Iwan, di Yogyakarta, Selasa.

Selain sektor pariwisata, subsektor ekonomi kreatif seperti industri modifikasi otomotif, jasa restorasi, pengecatan, pengerjaan komponen aftermarket, grafis kendaraan, penataan area pameran, hingga produk fesyen komunitas diperkirakan mendulang dampak transaksi paling signifikan.

"Keberhasilan acara tidak cukup hanya dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari besarnya transaksi UMKM, keterlibatan tenaga kerja dan pelaku lokal, munculnya pesanan lanjutan, serta terbentuknya jejaring usaha baru," katanya.

Iwan menilai JSP 2026 dapat menjadi ruang pertemuan karya, pasar, pengetahuan, dan komunitas yang membuka peluang kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif, karenanya ajang ini ditargetkan dapat konsisten digelar setiap akhir Juli sebagai agenda tahunan yang dapat menjaga keberlanjutan pasar UMKM lokal.

Penanggung Jawab Jogja Scooter Parade 2026 Cahyo Wijoyono mencatat potensi pasar dari acara ini sangat besar dengan target 10.000 hingga 12.000 pengunjung serta keterlibatan 4.000 hingga 5.000 scooterist dari berbagai daerah.

Untuk menangkap peluang tersebut, panitia menyediakan area pameran khusus bagi pelaku UMKM dan industri kreatif lokal guna memamerkan serta menjual suku cadang maupun produk kerajinan khas Yogyakarta.

"Kita ingin menggali persaudaraan dan mengangkat kreativitas peserta melalui modifikasi motornya, sekaligus mendorong keterlibatan bengkel, perajin, hingga UMKM," kata Cahyo.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026