Logo Header Antaranews Jogja

Pentingnya atur jam tidur dan berat badan bagi hormon anak

Rabu, 22 Juli 2026 16:33 WIB
Image Print
Tangkapan layar-Dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi lulusan Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp.Endo(K), FAAP, FRCPI (Hon.), FIAP (Hon.) dalam temu media yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (22/72/2026). ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak subspesialis endokrinologi Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, Subsp.Endo(K), FAAP, FRCPI (Hon.), FIAP (Hon.) membeberkan pentingnya mengatur jam tidur dan berat badan anak bagi keseimbangan hormon yang menunjang tumbuh kembang anak.

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu dalam temu media yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu, mengatakan ketika memasuki masa pubertas, hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) akan berkembang pesat ketika anak tertidur.

Berkembangnya hormon itu diharapkan tidak terganggu oleh hal-hal seperti pemangkasan jam tidur atau membiarkan anak begadang di tengah malam meski sedang libur dari segala aktivitas rutinnya.

Dia menekankan perkembangan hormon pertumbuhan akan terus berjalan meski jam tidur anak berantakan, sehingga orang tua diminta untuk memanfaatkan waktu emas tersebut sebaik-baiknya.

Penetapan waktu tidur yang konsisten menurutnya akan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, terutama menjadi dewasa yang sehat di kemudian hari.

"Jadi ya pada masa ini tidur anak tidak boleh diberi diskon, tidur itu harus ada aturannya," ujar dia.

Terkait dengan gaya hidup sedentari atau tidak aktif, Aman menyebut hal tersebut tidak berdampak langsung pada hormon pertumbuhan anak, melainkan berpengaruh pada meningkatnya peluang anak mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Tingginya kandungan gula dalam makanan yang dikonsumsi dapat memicu kenaikan berat badan metabolik yang dalam beberapa keadaan dapat mempercepat fase pubertas.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyampaikan pengaruh obesitas baik terhadap anak perempuan maupun laki-laki lainnya yakni terganggunya kesehatan reproduksi dan fertilitasnya.

"Ada juga risiko sindrom metabolik kayak hipertensi, diabetes dan lain-lain. Jadi obesitas itu pastikan tidak terjadi, jangan sampai memberikan makan berlebihan ya walaupun makanan bergizi akhirnya membuat anak obesitas," tambah dokter yang praktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Pondok Indah itu.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pentingnya atur jam tidur dan berat badan bagi hormon anak



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026