Logo Header Antaranews Jogja

Bank Jateng Purwokerto dorong literasi keuangan generasi muda

Rabu, 22 Juli 2026 17:23 WIB
Image Print
Sesi diskusi bersama dalam acara 'Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda' yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas. ANTARA/HO-Bank Jateng

Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto mendorong peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda di wilayah Banyumas Raya agar memiliki visi jauh ke depan dalam merintis dunia usaha.

Dorongan tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Analis Kredit Produktif Kantor Cabang Koordinator Bank Jateng Purwokerto Supriyadi dalam kegiatan bertajuk 'Ngobrol Inspiratif Bersama Anak Muda' yang digelar Jumat (17/7/2026).

Acara kolaborasi strategis antara Gerakan Solusi Indonesia, Kejaksaan Negeri Purwokerto, Bank Jateng Cabang Purwokerto, serta Pemerintah Kabupaten Banyumas ini dihadiri 100 peserta dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi.

Selain Supriyadi, forum ini juga diisi oleh sejumlah tokoh seperti Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Pujiyono Suwadi, Kajari Purwokerto Slamet Jaka Mulyana, dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono.

Supriyadi menekankan pentingnya bagi anak muda untuk mulai merintis bisnis yang diimbangi pemahaman literasi keuangan serta pemanfaatan fasilitas kredit perbankan secara bijak.

Guna menjaga reputasi keuangan tetap sehat, ia membagikan tips penting seperti memisahkan uang pribadi dan usaha, menentukan tujuan kredit secara jelas, serta disiplin membayar angsuran.

”Pisahkan uang usaha dan uang pribadi, agar bank mudah menganalisa arus kasnya. Selain itu, tentukan tujuan kredit secara jelas dan realistis, serta jaga integritas reputasi, dengan selalu membayar angsuran secara lancar sebelum jatuh tempo,” tegasnya.

Ia juga memberikan peringatan keras agar generasi muda tidak sembarangan meminjamkan KTP kepada orang lain untuk pengajuan pinjaman demi menghindari rekam jejak negatif pada SLIK OJK.

”Jangan pertaruhkan data diri, karena rasa sungkan atau tidak enak dengan teman. Jika KTP dipinjam untuk utang dan kemudian kreditnya bermasalah, rekam jejak keuangan Anda akan buruk di Sistem Layanan Informasi Konsumen (SLIK) OJK,” tegasnya.

Ia menambahkan, catatan buruk pada SLIK OJK merupakan ancaman serius bagi masa depan karier maupun bisnis para generasi muda.

”Bayangkan, saat Anda nanti punya usaha yang sedang berkembang dan butuh modal dari perbankan, pengajuan kredit bisa langsung ditolak, karena KTP-nya pernah bermasalah di masa lalu. Peluang berkembang pun jadi hilang,” pungkasnya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026