
Wabup Sleman ajak anak-anak cintai budaya dan merawat sejarah

Sleman (ANTARA) - Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengajak anak-anak di wilayah setempat untuk terus mencintai budaya dan merawat sejarah warisan leluhur bangsa yang agung.
Ajakan tersebut disampaikan Danang Maharsa di hadapan ratusan siswa sekolah serta para guru pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Garuda Mandala, Kompleks Candi Prambanan, Rabu.
Mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", agenda yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Sleman ini diikuti 380 siswa dan 54 guru pendamping dari 27 sekolah jenjang SMP dan MTs.
Dalam suasana akrab dengan tradisi duduk lesehan bersama, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan pesan agar generasi muda tidak kehilangan pemahaman atas akar sejarah bangsanya.
Danang menyentil fenomena anak-anak zaman sekarang yang cenderung lebih familiar dengan budaya pop luar negeri dibandingkan peninggalan sejarah di tanah airnya sendiri.
"Generasi muda saat ini kerap merasa enggan saat diajak mendalami sejarah, tetapi begitu antusias ketika membahas budaya populer seperti drama Korea, ini tentu perlu kita benahi bersama, karena jika kita ingin mewariskan keagungan budaya bangsa, kita harus lebih sering membagikan kisah-kisah sejarah," katanya.
Melalui kegiatan ini, ratusan siswa diajak terlibat langsung dalam pelatihan membatik serta seni ecoprint. Aktivitas interaktif tersebut dirancang untuk menumbuhkan rasa cinta budaya sekaligus menanamkan pemahaman akan pentingnya keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman bersama InJourney Holding dan Injourney Destination Management (IDM) ini tidak hanya menjadi panggung edukasi sejarah budaya, tetapi juga wujud nyata komitmen daerah dalam memperjuangkan hak dan perlindungan anak.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko di InJourney Destination Management Joel Siahaan menegaskan komitmen IDM untuk menjadikan Candi Prambanan sebagai living heritage, warisan budaya yang terus hidup, relevan, serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar tanpa mengorbankan nilai autentisitasnya.
"Pengelolaan kawasan Candi Prambanan difokuskan pada keseimbangan tiga pilar utama, pelestarian cagar budaya, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta pemberdayaan masyarakat lokal," katanya.
Ia mengatakan, ragam program edukasi seperti Heritage Class, Junior Wonder, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan kepramukaan, hingga pelatihan mitigasi bencana gempa bumi terus dihadirkan agar generasi muda memiliki kedekatan emosional dengan cagar budaya bangsa.
Puncak peringatan HAN ke-42 ini diwarnai penyerahan bantuan peralatan sekolah secara simbolis kepada anak-anak dari kelompok rentan serta anak-anak penyandang disabilitas demi mewujudkan Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) yang inklusif.
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
