
Pemerintah antisipasi dampak konflik Timur Tengah pada energi

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah mengantisipasi dampak konflik berkepanjangan di Timur Tengah terhadap ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi dan penerapan biodiesel B50.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan langkah tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri koordinator, menteri teknis, serta pimpinan TNI, Polri, dan Kejaksaan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.
"Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia, termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia dan harga minyak," katanya.
Menurut dia, pemerintah membahas sekaligus memprediksi perkembangan situasi global, termasuk mengantisipasi apabila konflik di Timur Tengah berlangsung berkepanjangan dan memengaruhi pasokan energi dunia serta harga minyak.
AHY mengatakan pemerintah perlu memperkuat ketahanan energi melalui diversifikasi sumber energi, termasuk dengan mengembangkan program biodiesel B50.
Selain sektor energi, pemerintah juga berupaya menjaga agar perkembangan situasi global tidak mengganggu fokus pembangunan di sektor pangan.
"Termasuk tentunya kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan," ujarnya.
AHY menambahkan kementeriannya akan mendukung berbagai prioritas pemerintah melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan konektivitas.
Menurut dia, dukungan infrastruktur diperlukan agar berbagai program prioritas pemerintah dapat berjalan optimal.
"Kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara dapat kami dukung dengan baik melalui infrastruktur dan konektivitas," katanya.
Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas perkembangan ekonomi serta berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
AHY mengatakan pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyederhanakan berbagai regulasi agar pelaksanaannya lebih efektif.
"Pada umumnya tentang ekonomi dan bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi. Kira-kira begitu," pungkas dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah antisipasi dampak konflik Timur Tengah pada energi
Pewarta : Fathur Rochman
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
