Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Sleman menyalurkan bantuan stimulan korban bencana alam

Kamis, 23 Juli 2026 20:31 WIB
Image Print
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan bantuan stimulan kepada korban bencana alam ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir untuk wilayah Sleman Timur di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Kamis (23/7/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.

Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya di Kantor Kalurahan (setingkat desa) Tamanmartani, Kapanewon (Kecamatan) Kalasan, Kamis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap.

Bantuan untuk wilayah Sleman Timur yang meliputi Tamanmartani dan Selomartani Kapanewon Kalasan serta Kalurahan Jogotirto Kapanewon Berbah terdapat 50 penerima bantuan.

"Sedangkan penyerahan bantuan untuk wilayah Sleman Barat dan Sleman Tengah dijadwalkan menyusul pada Rabu, 27 Juli di Ruang Rapat Sembada, Kabupaten Sleman," katanya.

Menurut dia, total bantuan yang disalurkan pada tahapan ini sebesar Rp80,85 juta.

"Jika diakumulasikan secara keseluruhan hingga saat ini, Pemkab Sleman telah menyalurkan bantuan korban bencana alam mencapai Rp292,7 juta," katanya.

Ia mengatakan bantuan yang diberikan oleh pemerintah bersifat stimulan, bukan ganti rugi secara penuh atas kerugian yang dialami warga.

"Bantuan ini bentuknya stimulan, bukan untuk ganti rugi, mohon maaf kalau tidak bisa memberikan semuanya, diharapkan bisa meringankan beban para korban bencana dalam merenovasi kembali rumah yang mengalami kerusakan terdampak bencana," katanya.

Bambang mengimbau masyarakat terkait informasi perkiraan cuaca terkini dari BMKG, karena berdasarkan data BMKG wilayah Sleman dan sekitarnya menghadapi anomali cuaca berupa fenomena El Nino serta pengaruh angin muson Australia yang cukup kering.

"Kondisi tersebut memiliki beberapa dampak, seperti musim kemarau panjang, puncak musim kemarau diperkirakan bergeser dari Agustus ke September," katanya.

Selain itu, mundurnya musim hujan 2026/2027 yang diprakirakan mundur hingga November atau awal Desember, dan potensi angin kencang di beberapa titik kawasan Sleman.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi di wilayah Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman juga menegaskan pentingnya pemangkasan pohon-pohon yang dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat terjadi angin kencang.

"Perangkat daerah terkait, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan lainnya, berkaitan potensi angin kencang ya, pohon-pohon rawan harus dipangkas, tetapi harus tetap memperhitungkan pelestarian lingkungan, tidak asal tebang," katanya.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026