Logo Header Antaranews Jogja

Purbaya memastikan penyelesaian utang Whoosh tak membebankan APBN

Kamis, 23 Juli 2026 20:31 WIB
Image Print
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa usai Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P3M-PPE di Jakarta, Kamis (23/7/2026). ANTARA/Bayu Saputra

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Meski belum merinci skema pembiayaan yang akan digunakan, Menkeu menegaskan pemerintah bakal meminimalkan penggunaan dana APBN untuk menyelesaikan kewajiban utang proyek tersebut.

"Whoosh itu walaupun APBN di pemerintah, tapi kan kita kecilkan semaksimal mungkin dana APBN yang dipakai yang bayar Whoosh, tapi dikelola oleh kami," kata Purbaya usai Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P3M-PPE di Jakarta, Kamis.

Meski demikian, ia belum mengungkapkan mekanisme pembiayaan yang akan ditempuh. Ia pun juga belum menjelaskan sumber pendanaan yang akan digunakan untuk menyelesaikan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Menkeu mengisyaratkan pemerintah akan memanfaatkan berbagai instrumen di luar APBN, termasuk melalui Special Mission Vehicle (SMV).

"Enggak, kan saya punya banyak SMV (Special Mission Vehicle)," katanya.

Sementara itu, terkait kemungkinan penggunaan dana hasil penerbitan Panda Bond untuk membiayai utang Whoosh, Bendahara Negara mengatakan instrumen tersebut saat ini diprioritaskan untuk menutup defisit APBN.

"Ini kan (Panda Bond) untuk nutup defisit kita. Nanti ke depan apakah pakai itu, nanti kita lihat seperti apa," ujar Purbaya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Purbaya pastikan penyelesaian utang Whoosh tak bebankan APBN



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026