
Tingkatkan kemandirian ekonomi melalui pelatihan olah VCO jadi sabun alami

Yogyakarta (ANTARA) - Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPS Akuntansi UMBY meningkatkan kemandirian ekonomi warga melalui pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar Virgin Coconut Oil (VCO) bagi kelompok ibu-ibu di Depok, Panjatan, Kulon Progo, DIY.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Selain memberikan pengetahuan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu membuka peluang usaha rumahan untuk menambah pendapatan keluarga.
Pelatihan yang diadakan pada 18 dan 19 Juli 2026 dan mendapat dukungan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek tersebut diikuti 34 peserta yang berasal dari Padukuhan 4 dan 11, Panjatan, Kulon Progo.
Anggota tim PPK Ormawa sekaligus pemateri pelatihan Erika Upik Wangge mengatakan, bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, meliputi VCO, minyak sawit, minyak zaitun, natrium hidroksida (NaOH), aquades (air murni), dan minyak atsiri sebagai pewangi alami, sabun alami berbahan dasar VCO memiliki banyak keunggulan.
"Sabun ini mengandung minyak nabati yang baik untuk kesehatan kulit dan lebih ramah lingkungan. Jika diproduksi dengan kualitas yang baik, produk ini juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, tim mahasiswa tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga mengajak para peserta praktik secara langsung.
Kemudian semi menjaga keselamatan kerja saat mencampur formulasi kimia, proses diawali dengan mewajibkan peserta menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan agar tangan tidak terpapar bahan kimia.
Dosen Pendamping Lapangan PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY Ika Wulandari mengatakan, pelatihan tersebut bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat.
"Selain memperoleh keterampilan baru, peserta juga termotivasi mengembangkan produk sabun VCO ini sebagai peluang usaha rumahan. Produk berbasis bahan alami memiliki prospek yang sangat baik karena trennya semakin diminati masyarakat," katanya.
Salah seorang peserta, Rini, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini, sebab dirinya bersama peserta mendapat manfaat dan dapat belajar langsung dari awal hingga akhir pelatihan.
"Selama ini saya hanya tahu sabun itu ya beli di toko, ternyata kita bisa membuatnya sendiri dengan bahan yang berkualitas. Saya berharap bisa mempraktikkannya di rumah dan menjadikannya usaha kecil untuk menambah penghasilan keluarga," katanya.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
