
Pemkab Kulon Progo mengembangkan Paralayang Girisembung tarik wisatawan

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan destinasi wisata olahraga sport tourism melalui perkenalan Paralayang Girisembung di Kalurahan Banjarasri dengan harapan mendongkrak kunjungan wisata di wilayah itu.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan pengembangan ini merupakan upaya nyata untuk meningkatkan sektor pariwisata daerah agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Pariwisata Kulon Progo saatnya kita bersama-sama meningkatkan. Wisata Kulon Progo dari lokal, nasional, to global," ujar Ambar.
Ia mengatakan Paralayang Girisembung memiliki keunggulan berupa panorama alam yang eksotis dengan latar belakang hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh. Keberadaan destinasi ini diharapkan menjadi alternatif wisata dirgantara di DIY selain kawasan Parangtritis.
"Parayang Girisembung memiliki pemandangan yang sangat eksotis. Kita bisa melihat hamparan sawah dan pegunungan indah. Kami berharap bisa menarik wisatawan seluruh mancanegara," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo Sutarman mengatakan Dispar Kulon Progo memperkenalkan Paralayang Girisembung menyusul rampungnya pembangunan fasilitas titik keberangkatan (take-off) di Puncak Girisembung.
Menurut dia, paket wisata Paralayang Girisembung telah dibuka untuk umum dengan jadwal operasional setiap Jumat hingga Minggu. Wisatawan yang ingin menikmati pengalaman terbang tandem bersama pilot berlisensi dikenakan tarif Rp450.000.
Untuk menarik wisatawan, khususnya pelancong dari kawasan Borobudur di sisi utara, Dispar Kulon Progo mengintegrasikan paket paralayang dengan wisata arung jeram dari Gerbang Samudra Raksa (GSR) serta perjalanan menggunakan jeep.
Dari aspek teknis, paralayang di wilayah ini memiliki keunggulan durasi musim terbang yang mencapai delapan bulan dalam setahun, yakni dari Maret hingga Oktober. Terkait infrastruktur, Pemkab Kulon Progo memastikan perbaikan akses jalan menuju lokasi akan segera dituntaskan.
Sutarman menambahkan, kehadiran destinasi baru ini dirancang untuk memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat setempat melalui keterlibatan warga dalam penyediaan akomodasi, transportasi, serta produk UMKM.
"Wisata Paralayang Girisembung bisa memutar ekonomi masyarakat sekitar," kata Sutarman.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
