Logo Header Antaranews Jogja

Disperindag Sleman: Rumah Kreatif katalisator transformasi digital IKM

Selasa, 28 Juli 2026 18:24 WIB
Image Print
Pelaku IKM di Kabupaten Sleman. (ANTARA/HO-Dokumen Disperindag Sleman)

Sleman (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengoptimalkan peran Rumah Kreatif Sleman sebagai pusat edukasi digital sekaligus katalisator pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era modern tanpa kehilangan kearifan lokal.

Kepala Disperindag Sleman Dwi Wulandari di Sleman, Selasa, mengatakan Rumah Kreatif Sleman tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik semata, melainkan wadah komprehensif yang menjembatani kebutuhan pelaku usaha dari hulu hingga hilir.

"Rumah Kreatif Sleman di bawah Disperindag Kabupaten Sleman berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan IKM dan UMKM, tidak hanya sebagai ruang fisik tetapi sebagai pusat edukasi digital bagi pelaku usaha," kata Dwi.

Dalam pengembangan industri kreatif, Disperindag menyediakan fasilitas inkubasi dan kolaborasi berupa ruang konsultasi di kantor Disperindag serta "coworking space" di Grha Kriya Dekranasda Sleman. Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi para pelaku usaha di sektor kriya, fesyen, desain, hingga kuliner.

Selain itu, pendampingan dari hulu ke hilir dilakukan secara rutin melalui kurasi produk, pelatihan peningkatan mutu, konsultasi desain kemasan, hingga fasilitasi legalitas hukum seperti Hak Kekayaan Intelektual (HKI), PIRT, dan sertifikasi halal yang dibimbing langsung oleh Penyuluh Perindag dan Konsultan Expert Rumah Kreatif Sleman (RKS).

Untuk menjawab tantangan pasar modern, lanjut Dwi, Disperindag Sleman juga menggencarkan edukasi dan fasilitasi perdagangan digital, meskipun adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha senior masih memerlukan pendampingan intensif.

Program edukasi digital meliputi bimbingan optimalisasi "marketplace", manajemen media sosial bisnis, serta pelatihan fotografi produk agar tampil kompetitif secara visual untuk keperluan promosi dan pembaruan desain kemasan.

Tidak hanya itu, pelaku IKM dan UMKM turut difasilitasi untuk masuk ke dalam ekosistem pengadaan pemerintah melalui e-Katalog Lokal dan platform Bela Pengadaan guna membuka peluang pasar institusional yang lebih stabil.

Pendampingan juga mencakup adopsi digitalisasi transaksi nontunai guna mempermudah transaksi serta mewujudkan pencatatan keuangan yang lebih modern.

"Melalui berbagai program terpadu tersebut, Rumah Kreatif Sleman dihadirkan bukan sekadar tempat konsultasi biasa, melainkan pusat pembinaan dengan sistem "coaching" yang andal untuk menyiapkan IKM dan UMKM Sleman siap menghadapi persaingan ekonomi digital secara berkelanjutan," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026