Logo Header Antaranews Jogja

DPRD DIY perkuat substansi rancangan Perda Perfilman

Selasa, 28 Juli 2026 18:27 WIB
Image Print
Sekretariat DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendalami pengembangan ekosistem perfilman berbasis komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perfilman.

"Kami telah berkunjung ke Forum Desa Sinema Kabupaten Bantul untuk melihat langsung kondisi sekaligus berdiskusi, mengingat Komisi D saat ini tengah membahas Raperda tentang Perfilman," kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY Anton Prabu Semendawai di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, penyusunan Raperda Perfilman bertujuan membangun ekosistem perfilman yang kuat dengan melibatkan komunitas dan kalurahan sebagai ujung tombak, terlebih Yogyakarta memiliki potensi besar di bidang seni dan perfilman yang perlu didukung melalui regulasi.

Dia mengatakan dalam pembahasan Raperda juga akan membuka ruang partisipasi bagi berbagai komunitas perfilman, termasuk Forum Desa Sinema Yogyakarta melalui rapat dengar pendapat umum.

"Dalam pertemuan tersebut, kami membahas ekosistem perfilman di DIY yang didukung oleh besarnya potensi para pelaku seni, mulai dari seni rupa, seni film, seni musik, hingga bidang seni lainnya," katanya.

Komisi D DPRD DIY berharap masukan dari pelaku seni film tersebut mampu memperkaya substansi Raperda, mulai dari penguatan ekosistem, dukungan terhadap insan film, hingga pemberian penghargaan bagi pelaku perfilman di DIY.

"Potensi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat keistimewaan DIY melalui dukungan infrastruktur serta pengembangan talenta di bidang seni dan perfilman," katanya.

Melalui kunjungan itu, Komisi D DPRD DIY berharap Raperda Perfilman yang sedang disusun mampu menjadi landasan pengembangan industri perfilman di DIY.

Selain itu, kata dia, regulasi diharapkan tidak hanya memberikan dukungan kepada para sineas, tetapi juga menciptakan ekosistem perfilman yang inklusif, berkelanjutan serta memberi manfaat bagi masyarakat hingga tingkat kalurahan.

Pendiri Forum Desa Sinema Tedi Kusyairi mengatakan, wilayahnya selama ini tidak hanya menjadi ruang pemutaran film, tetapi juga digunakan untuk berbagai kegiatan kreatif seperti lokakarya perfilman, sastra, hingga teater.

Menurut dia, keberadaan ruang kolaborasi semacam ini menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan di tingkat komunitas.

Apalagi, kata dia, perkembangan perfilman Yogyakarta telah menunjukkan tren positif dengan lahirnya sejumlah sineas yang mulai dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami memberi masukan bagaimana memberdayakan masyarakat desa agar ikut mendukung ekosistem perfilman di DIY, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam proses perfilman. Harapannya, Perda ini nantinya dapat semakin masif menjangkau masyarakat," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026