Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Gunungkidul tanamkan integritas anak lewat lomba antikorupsi

Rabu, 29 Juli 2026 17:47 WIB
Image Print
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih memberikan bingkisan kepada peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Antikorupsi tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul di Kantor Dinas Pendidikan Gunungkidul, Rabu (29/7/2026). ANTARA/HO-Pemkab Gunungkidul

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menanamkan nilai disiplin dan integritas kepada generasi muda melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) Antikorupsi sebagai bagian dari upaya membangun karakter antikorupsi sejak usia dini.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Gunungkidul, Rabu, mengatakan upaya pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum dan penindakan, tetapi juga harus dibarengi dengan pendidikan karakter bagi generasi muda.

"Lomba ini bukan sekadar ajang hafalan, melainkan sarana untuk menginternalisasi nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab ke dalam diri anak-anak," katanya.

Menurutnya, integritas merupakan keselarasan antara perkataan dan perbuatan yang dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkonsultasi dengan inspektorat terkait gratifikasi untuk mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

Nilai tersebut juga ditanamkan melalui penyelenggaraan lomba yang menyasar kalangan pelajar.

"Dalam sebuah kompetisi, menjaga kejujuran adalah piala yang sesungguhnya dibandingkan sekadar kemenangan semata, masa depan Indonesia akan dipimpin oleh generasi yang memiliki integritas kuat dan bersih dari praktik korupsi," ujarnya.

Ketua Penyelenggara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Antikorupsi tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul Jatmiko Sutopo mengatakan lomba tersebut telah berlangsung dan kini memasuki babak final.

Menurutnya, kegiatan itu menjadi salah satu upaya pencegahan korupsi mengingat tindak pidana korupsi merupakan ancaman serius yang perlu ditekan melalui pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai integritas kepada para siswa.

"Peserta berasal dari seluruh kapanewon (kecamatan) di Gunungkidul yang kemudian diseleksi menjadi lima finalis pada babak final," katanya.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut memiliki empat tujuan utama, yakni menanamkan nilai-nilai integritas, meningkatkan kesadaran terhadap bahaya korupsi, membangun kesadaran kolektif mengenai pencegahan korupsi, serta menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah di seluruh kapanewon.

"SMP ada 25 orang dan tingkat SD ada 18 kapanewon dengan setiap kapanewon diwakili satu regu yang terdiri dari tiga orang," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026